Kriteria Penis 'Menawan' di Mata Perempuan

Windratie, CNN Indonesia | Rabu, 22/07/2015 22:01 WIB
Kriteria Penis 'Menawan' di Mata Perempuan Para ilmuwan mengungkap apa yang dianggap 'normal' untuk ukuran dan panjang penis. (Getty Images/ Thinsktock/wrangel)
Jakarta, CNN Indonesia -- Barangkali ini adalah pertanyaan kuno yang dikhawatirkan banyak laki-laki, apa yang dianggap sebagai penis normal? Namun kini, para ilmuwan mengungkapkan, apa yang dinilai penting oleh para perempuan. Dan jawabannya cukup mengejutkan.

Secara keseluruhan, penampilan kosmetik dinilai sebagai faktor terpenting. Lalu, diikuti dengan penampilan rambut kemaluan dan kulit di sekitar area genital. Kendati ketebalan dianggap sebagai aspek terpenting ketiga, perempuan menilai panjang penis sebagai kriteria paling penting keenam.

Aspek paling kurang penting dari penampilan penis adalah posisi dan bentuk pembukaan uretra, saluran pembuangan urine yang dalam istilah medis disebut sebagai meatus. Temuan terakhir dianggap penting, karena beberapa orang dalam penelitian tersebut dirawat karena kondisi medis hipospadia.


Ini merupakan kondisi di mana uretra, saluran tempat dikeluarkannya urine, muncul di suatu tempat pada poros atau bahkan pangkal penis, bukan diujung penis. Kadang-kadang kepala penis terbalik ke belakang. Akibatnya, mustahil bagi penderita kondisi ini untuk buang air kecil sambil berdiri.

Kondisi ini juga dikaitkan dengan testis yang tidak turun, jadi kadang lelaki menjadi tidak subur. Laki-laki yang memiliki kondisi ini selalu memiliki penis yang lebih kecil dari ukuran rata-rata. Para lelaki dalam penelitian ini telah melakukan operasi untuk hypospadias.

Para peneliti ingin mengetahui, apakah perempuan dapat melihat perbedaan antara penis operasi dan yang tidak.

Namun, para dokter dari rumah sakit anak di Zurich Swiss, juga tertarik melihat pandangan perempuan tentang apa yang dianggap sebagai penis 'rupawan' pada setiap laki-laki. Penelitian berjudul What is a Good Looking Penis tersebut diterbitkan dalam edisi terbaru Journal of Sexual Medicine.

Pertama, dipastikan bahwa alat kelamin laki-laki yang menjalani operasi dianggap normal seperti halnya alat kelamin yang disunat. Para peneliti menemukan, penampilan penis yang dianggap penting secara keseluruhan.

Sekitar 105 perempuan dari kelompok usia berbeda, 16-20, 25-30, dan 40-45, mengisi kuesioner standar. Mereka diminta menilai pentingnya delapan aspek penis. Termasuk di antaranya adalah ketebalan, panjang, dan penampilan kosmetik.

Mereka juga diminta untuk mengindikasikan seberapa normal penampilan dua set foto yang ditunjukkan. Satu dari orang yang telah menjalani operasi hipospadia, dan satu dengan alat kelamin yang disunat.

Selain itu, para perempuan ditanya juga tentang seksualitas dan usia mereka. Hasil penelitian menunjukkan, sebagian besar perempuan tidak dapat mengetahui apakah seorang lelaki telah menjalani operasi hipospadia atau tidak.

Selanjutnya, semakin tua dan lebih aktifnya seksual perempuan tersebut, semakin dia menerima prosedur tersebut.

Dalam kuesioner, para perempuan diminta seberapa penting mereka menganggap delapa aspek berbeda  dari penis. Mereka memberikan skala poin, dari yang sangat tidak penting (1) ke yang sangat penting (5).

Para peneliti mengatakan,  temuan panjang penis menegaskan penelitian sebelumnya yang melaporkan sebagian besar perempuan menganggap ukuran penis sebagai tidak penting bahkan benar-benar tidak penting. Bahwa kebanyakan perempuan merasa puas dengan ukuran penis pasangan mereka.

Para ilmuwan mengungkap apa yang dianggap 'normal' untuk ukuran dan panjang penis. Rata-rata panjang penis ereksi adalah 13,2 sentimeter, berdasarkan temuan mereka. Untuk ketebalan penis, lingkar rata-rata ketika ereksi adalah 11,66 sentimeter dan 9,31 sentimeter ketika lembek.



(win/mer)