Guna menghindari bahaya fatal tersebut, Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga, Zaini Saragih, menjabarkan bahwa ada dua aspek kesehatan yang harus diperhatikan sebelum lari, yaitu jantung dan berat badan.
"Yang paling penting dan akibatnya fatal adalah jantung. Tidak harus ke rumah sakit. Sebelum lari, cek denyut nadi di pergelangan tangan. Kalau lebih dari 100 kali permenit, lupakan lari," ujar Zaini sesaat setelah menghadiri konferensi pers di Jakarta, Senin (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hitung indeks massa tubuh. Caranya, berat badan dalam kilogram dibagi tinggi yang dikuadratkan. Kalau lebih dari 30, jangan lari. Kalau tidak, engsel dan lutut bisa cedera," ucap Zaini.
Bagi orang kelebihan berat badan, Zaini menyarankan olahraga yang minim menggunakan kaki, seperti renang. Namun, jika tetap ingin lari, kegiatan dapat dilakukan dengan syarat tertentu.
"Lari di air. Lari di indoor dengan treadmill. Setelah otot kuat dan berat badan turun, baru bisa lari di lapangan," tutur Zaini. (win/win)