Ribuan Korban Selamat Ebola Hadapi Sakit Parah dan Kebutaan

Windratie, CNN Indonesia | Senin, 10/08/2015 07:34 WIB
Ribuan Korban Selamat Ebola Hadapi Sakit Parah dan Kebutaan Para ahli kesehatan dunia mengatakan, para korban selamat Ebola adalah orang-orang yang paling mungkin menderita masalah kesehatan berkelanjutan. (REUTERS/Baz Ratner)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan warga Afrika Barat yang terinfeksi virus Ebola tapi dapat bertahan hidup menderita kondisi kronis, nyeri sendi serius dan radang mata yang dapat menyebabkan kebutaan, seperti diungkapkan oleh para ahli kesehatan global, pada akhir pekan ini.

Para korban selamat Ebola, yaitu orang-orang yang berjuang dari serangan infeksi virus Ebola terparah, adalah yang paling mungkin menderita masalah kesehatan berkelanjutan, para ahli dari badan kesehatan dunia WHO mengatakan. Kesehatan mereka pun menjadi 'darurat di dalam keadaan yang darurat'.

“Dunia tidak pernah melihat jumlah orang-orang yang dapat bertahan hidup dari wabah Ebola sebesar ini,” kata Anders Nordstrom, seorang perwakilan WHO di Sierra Leone yang ikut serta dalam konfrensi mengenai para korban Ebola yang selamat pada pekan ini, seperti dilansir dari laman Reuters.


“Ada sekitar 13 ribu korban di tiga negara (Guinea, Liberia, dan Sierra Leone). Ini adalah hal yang baru, baik dari sudut pandang medis ataupun sosial,” katanya.

Daniel Bausch, tim perawat klinis korban selamat Ebola dari WHO mengatakan, sekitar setengah dari korban selamat Ebola sekarang melaporkan adanya keluhan nyeri sendi yang berefek parah membuat mereka tidak bisa bekerja.

Masalah mata, termasuk peradangan, gangguan penglihatan, dan kasus berat yang jarang seperti kebutaan, telah dilaporkan oleh sekitar 25 persen korban, kata Bausch mengungkapkan.

Masalah jangka panjang yang kurang terukur, tapi memiliki tingkat serius sama adalah depresi, gangguan pasca-trauma, dan pengucilan sosial, juga dapat memengaruhi para korban.

Wabah Ebola di Afrika Barat sejauh ini adalah wabah terbesar yang pernah terjadi, yang menginfeksi lebih dari 27 ribu orang dan membunuh hampir 11.300 orang.

Virus Ebola diperkirakan mampu bertahan tidak lebih dari 21 hari di sebagian besar cairan tubuh, misalnya darah dan muntah yang merupakan sarana utama penularan.

Namun, virus Ebola juga dikenal dapat mengintai dalam air mani dan jaringan lunak mata sampai beberapa bulan setelah sembuh. Para ilmuwan percaya, gangguan penglihatan yang dilaporkan para korban selamat dari wabah tersebut, mungkin terkait dengan virus yang masih bertahan di mata mereka.

(win/win)