'Pria Seksi Masak' Dobrak Budaya Paternalistik Korea Selatan

Windratie, CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2015 11:48 WIB
'Pria Seksi Masak' Dobrak Budaya Paternalistik Korea Selatan Di Korea Selatan ada pepatah mengatakan, “Jika seorang laki-laki memasuki dapur, maka dia berisiko kehilangan buah zakarnya.” (Getty images/ Thinkstock/Fuse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pada hari Jumat, usai bekerja, Lee Jin-soo (53) menuju ke Happy Guys Cooking Class. Di 'Kelas Memasak Laki-laki Bahagia' itu Lee bergabung dengan enam orang laki-laki lain, yang sebagian besar berusia paruh baya, mengenakan topi putih tinggi serta celemek.

Lee adalah pengusaha yang menjalankan bisnis kantong kompresi. Dengan lembut dia menyiangi tiram dan udang, lalu membuat kerak nasi yang dimasukkan ke rebusan ayam dan makanan laut ala Korea sebagai menu makan malam.

Lee adalah salah satu dari peningkatan sekian banyak jumlah laki-laki yang belajar memasak di negara tersebut. Di Korea, laki-laki sudah sejak lama hanya melakukan sedikit pekerjaan rumah tangga.


Dikutip dari Reuters, menurut survei yang dilakukan oleh Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi, laki-laki di Korea Selatan berada di urutan terbawah dalam melakukan pekerjaan rumah tangga, yakni hanya 21 menit sehari.

Lee menggambarkan dirinya sebagai seorang ayah yang otoriter dan suami yang mendominasi. Katanya, dia kini menyesal. “Saya ingin berubah. Mengambil kelas memasak di sini adalah titik balik,” katanya sambil memamerkan foto dirinya yang sedang melayani menu sayuran dingin China untuk istri dan teman-temannya.

“Baru-baru ini saya berpikir, hierarki tidak diperlukan untuk menciptakan keluarga yang bahagia. Memasak ya diperlukan,” ujarnya.

Bagi laki-laki Korea Selatan, dapur adalah batasan yang tidak boleh dimasuki. Begitu kuat anggapan tersebut, sampai-sampai ada pepatah mengatakan, “Jika seorang laki-laki memasuki dapur, maka dia berisiko kehilangan buah zakarnya.”

Namun, demografi dan budaya populer mengubah pandangan itu.

Semakin banyak perempuan yang melakukan pekerjaan profesional, sementara pekerjaan rumah tangga kian menyusut. Itu artinya, semakin sedikit anggota perempuan dalam keluarga yang memasak, dan semakin banyak laki-laki tidak lagi punya pilihan untuk memasak.

Program acara realitas di televisi menampilkan para lelaki memasak. Koki laki-laki bintang ikut membantu mengiming-imingi banyak lelaki masuk dapur. Frase yang dipublikasikan adalah 'Sexy Cooking Men' atau 'Laki-laki Seksi yang Memasak'.

Daya tarik kuat laki-laki yang bisa masak sebagai suami potensial juga mendorong laki-laki muda masuk dapur.

Seorang lelaki muda berkata, “Jika Anda tidak bisa masak, maka Anda tidak bisa menikah,” kata Han Hee-won. Han juga ikut kelas memasak laki-laki di sebuah lingkungan trendi di kota Seoul sejak 2012.


(win/mer)