Kenapa Tidak Boleh Ngemil Sambil Berjalan?

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 25/08/2015 11:21 WIB
Kenapa Tidak Boleh Ngemil Sambil Berjalan? Para peneliti di Universitas Surrey, Inggris, melakukan penelitian kecil terkait perilaku makan sambil berjalan ini. (Koichi Kamoshida/Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia -- Makan sambil berjalan bukan hal yang baik untuk dilakukan. Barangkali petuah ini sudah kerap kita dapatkan, tapi penelitian terakhir kian menguatkan kebenaran nasihat tersebut.

Dilansir dari Independent, para peneliti di Universitas Surrey, Inggris, melakukan penelitian kecil terkait perilaku makan sambil berjalan ini. Mereka menemukan, perempuan-perempuan yang mengudap sambil berjalan cenderung untuk kurang mengonsumsi makanan sehat di kemudian hari.

Percobaan, yang dilakukan terhadap 60 siswa perempuan, dan diterbitkan dalam jurnal Psikologi Kesehatan tersebut membagi peserta menjadi tiga kelompok. Pada percobaan pertama, para perempuan menyantap sereal batangan sambil berbincang dengan teman-teman.


Kelompok percobaan kedua menyantap camilan sambil menonton klip acara televisi populer berdurasi lima menit. Sementara itu, grup ketiga menikmati makanan sambil berjalan naik dan turun dari koridor.

Setelah melakukan percobaan, para perempuan diajak melakukan tes rasa sambil menyelesaikan kuesioner. Kudapan yang mereka santap di antaranya adalah makanan ringan, termasuk keripik wortel, cokelat, anggur, dan keripik.

Para peneliti memantau berapa banyak camilan yang dimakan masing-masing perempuan selama tes rasa dan survei. Mereka menemukan, peserta yang mengudap sambil berjalan menyantap cokelat lima kali lebih banyak daripada partisipan yang mengonsumsi sereal batangan sambil diam.

Penulis utama penelitian, Profesor Jane Ogden, menjelaskan, hasil tersebut mungkin disebabkan karena berjalan adalah bentuk gangguan yang sangat kuat, yang bisa mengganggu kemampuan seseorang memproses dampak terhadap rasa lapar.

“Atau mungkin, berjalan meskipun hanya di sekitar koridor, bisa dianggap sebagai bentuk latihan fisik yang membenarkan perilaku makan berlebihan sebagai bentuk penghargaan,” ujarnya dalam Jurnal Psikologi Kesehatan.

Meskipun penelitian ini dilakukan untuk menilai dampak ngemil pada pola makan individu setelahnya, ini adalah pertama kalinya para peneliti melihat efek yang lebih cepat. Dengan memberikan rentang waktu singkat serta sampel terbatas pada penelitian, masih perlu dilakukan studi berikutnya untuk menentukan efek jangka panjang ngemil sambil bergerak.


(win/utw)