Jangan Biarkan Anak Main Gadget Lebih dari 2 Jam
Fadli Adzani | CNN Indonesia
Jumat, 04 Sep 2015 10:21 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Di zaman modern seperti sekarang, gadget bukan lagi barang langka. Semua orang, termasuk anak-anak, sudah mahir menggunakannya.
Tapi sebenarnya, membiarkan anak kecil terlalu sering bermain gadget bisa mengganggu proses tumbuh kembangnya.
Psikolog Roslina Verauli mengatakan, menurut penelitian di Amerika, anak-anak hanya boleh bermain dengan gadget tidak lebih dari dua jam.
"Kalau anak kecil main gadget, jadi interaksinya cuma one way doang dong," kata Vera, dalam acara temu media di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Ia meyakini, akan terdapat perbedaan besar antara anak-anak yang belajar melalui gadget dengan anak yang melakukan eksplorasi secara langsung. Karena, jika melakukan eksplorasi langsung, akan menimbulkan interaksi dua arah dan akan menciptakan interaksi langsung.
Selain itu, proses pemahaman sang anak tidak akan sebaik jika melakukan pembelajaran atau eksplorasi secara langsung.
"Sangat penting interaksi dua arah ini untuk anak berumur enam tahun ke bawah," katanya menambahkan.
Namun, Vera tidak melarang anak-anak untuk melakukan pembelajaran menggunakan gadget. Hanya saja, ia mengingatkan pembelajaran melalui interaksi dua arah akan berdampak lebih baik untuk tumbuh kembang sang anak.
(mer)
Tapi sebenarnya, membiarkan anak kecil terlalu sering bermain gadget bisa mengganggu proses tumbuh kembangnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meyakini, akan terdapat perbedaan besar antara anak-anak yang belajar melalui gadget dengan anak yang melakukan eksplorasi secara langsung. Karena, jika melakukan eksplorasi langsung, akan menimbulkan interaksi dua arah dan akan menciptakan interaksi langsung.
Selain itu, proses pemahaman sang anak tidak akan sebaik jika melakukan pembelajaran atau eksplorasi secara langsung.
"Sangat penting interaksi dua arah ini untuk anak berumur enam tahun ke bawah," katanya menambahkan.
Namun, Vera tidak melarang anak-anak untuk melakukan pembelajaran menggunakan gadget. Hanya saja, ia mengingatkan pembelajaran melalui interaksi dua arah akan berdampak lebih baik untuk tumbuh kembang sang anak.
(mer)