Satu dari Tujuh Mahasiswa Kedokteran Berpikir Bunuh Diri

Windratie, CNN Indonesia | Rabu, 09/09/2015 19:52 WIB
Satu dari Tujuh Mahasiswa Kedokteran Berpikir Bunuh Diri Satu dari tujuh mahasiswa kedokteran mempertimbangkan untuk bunuh diri selama masa pendidikan mereka, dan satu dari tiga mengalami masalah kesehatan mental. (Getty images/ Thinkstock/tomasworks)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berdasarkan survei terbaru di Inggris, satu dari tujuh mahasiswa kedokteran mempertimbangkan untuk bunuh diri selama masa pendidikan mereka. Sementara itu, satu dari tiga mengalami masalah kesehatan mental.

Berdasarkan jawaban lebih dari seribu petugas kesehatan, yakni dua persen dari populasi mahasiswa kedokteran Inggris,  survei mengungkap besarnya kekhawatiran atas tekanan studi kedokteran, dan dampak emosional dari memulai karier medis.

Penelitian sebelumnya mengungkap tingginya tingkat depresi dan kecemasan di kalangan mahasiswa kedokteran. Namun, survei baru yang dilakukan oleh jurnal Student BMJ, menemukan, 80 persen dari mereka yang mengalami masalah kesehatan mental melaporkan, bantuan yang mereka dapatkan dari universitas buruk atau hanya dinilai 'cukup memadai'.


Dilansir dari laman Independent, juru bicara kesejahteraan mahasiswa dari Asosiasi Kedokteran Inggris mengatakan, temuan tersebut mengejutkan. Sementara, Dewan Sekolah Kedokteran di Inggris (MSC), mengatakan bahwa mahasiswa yang mengkhawatirkan kesehatan mereka harus cukup merasa percaya diri untuk meminta bantuan.

"Hanya enam dari sepuluh pelamar yang berhasil mendapat tempat di sekolah kedokteran, dan mahasiswa memiliki jadwal ujian tanpa henti, dia juga harus menyeimbangkan ketegangan emosional melihat pasien yang sakit dan menegakkan standar profesional yang tinggi," kata Matius Billingley, editor dari Student BMJ.

Survei dari populasi mahasiswa kedokteran secara umum pada 2007 menemukan, hampir 17 persen mahasiswa berpikir tentang bunuh diri pada titik tertentu dalam hidup mereka. Sementara, sekitar seperempat mahasiswa diduga menderita masalah mental selama setahun.

Jajak pendapat terhadap mahasiswa kedokteran ini juga menemukan, satu dari empat mahasiswa melapor berpesta minuman keras setiap minggu. Lalu, lebih dari delapan persen mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan kemampuan kognitif menjelang ujian.

Tiga puluh persen mengatakan, mereka mengalami atau menerima pengobatan masalah kesehatan mental saat menjalani pendidikan di sekolah kedokteran, dan 15 persen mengatakan mereka berpikir untuk bunuh diri selama masa studi. Para responden jajak pendapat juga melaporkan, lingkungan yang lebih kompetitif memiliki efek merugikan bagi kesehatan siswa.

(win/mer)