Perempuan 37 tahun tersebut didiagnosis mengidap channelopathy, yakni ketidakpekaan terhadap gejala timbulnya rasa sakit atau channelopathy-associated insensitivity to pain syndrome (CIP), ketika usianya tujuh tahun.
Kakaknya juga didiagnosis dengan kondisi serupa, kondisi yang menyebabkan absennya rasa nyeri. Namun, setelah melahirkan lewat operasi caesar, perempuan itu mulai mengeluh adanya dengungan tak berhenti, dan kejutan listrik di kakinya. Bersama dengan itu, dia juga merasa pinggulnya seperti sedang diperas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan kasus medis perempuan tersebut mengungkap, sebagai seorang anak, pasien mengalami berbagai cedera pada kornea dan lidah, dan juga luka bakar dan patah tulang ringan. Tapi sampai kemudian dia memiliki anak, perempuan itu tidak pernah merasa sakit.
Saat melahirkan, dia mengalami patah tulang panggul dan epidural hematoma atau penumpukan darah di otak, yang mengakibatkan tekanan pada urat saraf sampai ke tulang belakang bagian bawah. Karena kondisi channelopathy yang dideritanya, cedera tersebut tidak diketahui sampai dua bulan setelah dia melahirkan.
Pada saat dia diperiksa oleh dokter, dia merasakan kedua kakinya sangat lemah. Dua bulan setelahnya, dan empat bulan setelah melahirkan, dia mengeluh merasakan dengungan dan kejutan listrik terus-menerus di kedua kakinya, dan rasa seolah panggulnya diremas ketika berjalan.
Pada saat istirahat, gejala-gejala itu mereda, tapi yang tersisa adalah rasa 'kesemutan', 'berdengung', dan 'kejutan listrik'. Selama kehamilan, dokter juga mencatat adanya nyeri neuropatik yang konsisten. Nyeri neuropatik adalah sakit kronis yang kompleks yang dipicu oleh cedera jaringan.
Kondisi ini kerap menjadi masalah ketika serabut saraf rusak, tidak berfungsi, atau terluka sehingga menyebabkan rasa sakit. Contoh nyeri neuropatik adalah sindrom tungkai hantu, yaitu kondisi langka yang terjadi ketika anggota tubuh diamputasi.
Otak masih mendapat pesan rasa sakit dari saraf-saraf yang awalnya membawa impuls dari bagian tubuh yang hilang, tapi sekarang saraf gagal melaksanakan tugas tersebut dan menyebabkan rasa sakit.
(win/mer)