Asap Kebakaran Hutan Sumatera Berpotensi Sebabkan Hipoksia

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Selasa, 08/09/2015 11:30 WIB
Dokter Ari Fahrial Syam dari Universitas Indonesia, mengungkapkan masalah kabut asap di Sumatera bisa berpotensi menyebabkan kekurangan oksigen atau hipoksia. Masalah asap kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau bisa menyebabkan gangguan pernapasan sampai kekurangan oksigen di tubuh (ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masalah kebakaran hutan di Sumatera Selatan yang menimbulkan kabut asap bukan cuma menimbulkan masalah lingkungan. Namun, masalah kebakaran hutan ini ternyata juga menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Kebakaran hutan akan menimbulkan asap yang pekat. Asap inilah yang berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan.

"Pertanyaannya adalah berapa persen penurunan kadar oksigen yang terjadi akibat asap yang menutupi kota Pekanbaru dan kota-kota  lain di sekitar Propinsi Riau?" kata Ari Fahrial Syam, dokter dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam FKUI, dalam pernyataan yang diterima CNN Indonesia, Selasa (8/9).


"Hal ini yang harus dijawab terlebih dahulu sehingga kita bisa memprediksi terjadinya hipoksia pada masyarakat akibat dari turunnya kadar oksigen dari udara tersebut. Di sisi lain komponen asap akibat kebakaran hutan juga harus dianalisa sehingga dapat diprediksi dampaknya buat kesehatan."

Dia mengatakan, dampak langsung dari asap kebakaran akan sangat mengganggu pernapasan, iritasi mata dan kulit.

"Kondisi asap akan menyebabkan penurunan kadar oksigen udara luar yang akan membawa dampak buruk bagi kesehatan."

Ditambahkan Ari, paparan asap akibat kebakaran hutan ini dihubungkan dengan masalah kekurangan oksigen. Dalam istilah kedokteran, kekurangan oksigen ini disebut juga sebagai hipoksia.

"Hipoksia adalah suatu keadaan kekurangan oksigen yang bisa menyebabkan permasalahan kesehatan karena akan berpengaruh pada organ-organ tubuh kita."

Hipoksia ini terjadi karena kurangnya kadar oksigen yang kurang di udara.

Kadar oksigen yang dialami seseorang akan menyebabkan penurunan suplai oksigen yang berat. Hal ini akan menyebabkan jantung mengalami penurunan suplai oksigen yang disebut iskema. Jika kondisinya lebih parah, mereka juga berpotensi mengalami infark atau kematian jaringan.

"Kondisi ini akan semakin parah terutama pada orang yang memang sudah memiliki sumbatan pada pembuluh darah jantung."

Pada orang yang mengalami masalah penyumbatan pembuluh darah otak, maka kekurangan oksigen di udara ini akan memperburuk kondisinya. Orang yang alami penyumbatan pembuluh darah otak bisa sampai tak sadarkan diri.

"Organ-organ lain juga jelas akan mengalami gangguan jika terjadinya hipoksia, misalnya kerusakan hati, ginjal, jantung dan lambung jika mengalami hipoksia sistemik kronik."

Faktor lain penyebab hipoksia

Asap kebakaran hutan bukanlah satu-satunya penyebab hipoksia. Ari mengatakan bahwa hipoksia juga dapat terjadi jika seseorang mengalami kerusakan pada sistem jantung, pembuluh darah dan sistem pernapasan.

Selain itu, berbagai keadaan yang membuat kadar oksigen di sekitar rendah dapat berpotensi jadi penyebab hipoksia. Kondisi yang membuat kadar oksigen sekitar rendah antara lain di dataran yang tinggi, misalnya di pegunungan, ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik atau sirkulasi udara baik tetapi dipenuhi asap rokok.

"Seorang perokok pun akan mengalami hipoksia kronis yang jelas akan mengganggu kesehatannya," ujar Ari.

"Faktor usia juga hal yang tidak bisa diabaikan pada seseorang yang mengalami hipoksia. Umur 60 tahun merupakan umur yang dimasukan  pada kelompok usia lanjut, umur 60 tahun juga digunakan sebagai patokan (cut off) untuk menetapkan faktor risiko terjadinya  penyakit. Dengan umur yang semakin tua, yang paling berpotensi terganggu adalah sistem pembuluh darah atau sistem vaskuler antara lain sistem vaskuler di otak, sistem vaskuler di jantung dan pembuluh darah."



(chs/mer)