Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di wilayah San Francisco, tidak ada infeksi HIV baru di antara 657 orang yang mengonsumsi pil harian Truvada. Dalam studi kedua, orang-orang di Inggris yang mengonsumsi Truvada berisiko terdiagnosis HIV lebih rendah.
Dikutip dari laman Reuters, Truvada yang diproduksi oleh perusahaan bioteknologi Gilead disetujui di Amerika Serikat untuk 'profilaksis prapajanan' (PrEP) pada HIV, virus yang menyebabkan AIDS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Truvada telah bekerja dengan baik pada uji klinis kontrol tinggi, jika dibandingkan dengan plasebo, beberapa orang khawatir tentang tentang bagaimana pil tersebut diterapkan di dunia nyata.
Penelitian di San Francisco melibatkan 657 anggota perusahaan asuransi kesehatan Kaiser Permanente berusia 20 sampai 68 tahun antara tahun 2012 sampai 2015. Sebagian besar peserta adalah laki-laki homoseksual dan biseksual.
Studi ini tak bisa mengatakan, apakah tingkat IMS yang tinggi disebabkan oleh pemakaian PrEP. Tingkat diagnosis IMS yang tinggi mungkin disebabkan karena pasien untuk PrEP menjadi lebih sering memeriksakan diri ke dokter, sehingga memungkinkan kesempatan ditemukannya infeksi lebih banyak.
Sebanyak 41 persen dari 143 peserta penelitian melaporkan penurunan penggunaan kondom. Namun, Jonathan Volk, dokter penyakit menular di Kaiser Permanente di San Francisco Medical Center, yang juga penulis utama penelitian ini, mengatakan, mungkin ada penjelasan masuk akal untuk temuan tersebut, misalnya karena orang-orang yang memasuki hubungan monogami.
(win/mer)