Studi: 20 dan 65 Tahun Usia Seseorang Merasa Paling Bahagia

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 06/10/2015 12:19 WIB
Studi: 20 dan 65 Tahun Usia Seseorang Merasa Paling Bahagia Ilustrasi masa muda. (Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Masa-masa paling bahagia seseorang adalah ketika mereka berusia 20-an, berdasarkan sebuah penelitian terbaru.

Dikutip dari Independent, Ioana Ramia, peneliti dari Universitas New South Wales mengatakan, studinya menemukan bahwa kepuasan hidup seseorang mengikuti kurva hurup U.

Kurva tersebut mengalami penurunan mulai ketika seseorang memasuki awal usia 20-an, lalu mendatar selama sekitar 40 tahun, kemudian meningkat lagi mulai dari usia 65 tahun ke atas.


MedicalXpress melaporkan, Ramia yang berbicara dalam Konfrensi Kebijakan Sosial Australia, mengatakan bahwa orang-orang merasa paling bahagia kembali di sekitar usia 80.

Pasangan melaporkan, kepuasan tertinggi mereka yakni sebelum kehadiran anak pertama, akan diikuti penurunan kepuasan pada tahun pertama kehidupan anak sampai anak berusia enam tahun, yakni ketika anak mulai masuk sekolah.

Ramia mengaitkan sejumlah alasan yang mungkin membuat seeorang menjadi tidak bahagia pada usia paruh baya mereka.

“Pada usia tersebut kebahagiaan berada pada titik terendah, dan akan meningkat ketika seseorang mulai fokus pada hal-hal lain,” katanya.

Studi tersebut juga menemukan, kualitas kehidupan rumah tidak begitu penting untuk kebahagiaan orang-orang muda secara menyeluruh.

Orang-orang muda lebih memedulikan kehidupan yang dekat dengan pekerjaan, hiburan, dan teman-teman.

Kepuasaan untuk kehidupan rumah yang lebih besar terlihat pada orang-orang usia paruh baya dan di atasnya, yang juga mempunyai fokus lebih besar untuk lingkungan dan masyarakat di sekeliling mereka.

Studi tersebut menarik data survei rumah tangga nasional, pendapatan, dan dinamika buruh di Australia.

Meskipun penelitian ini meneliti usia di mana orang-orang merasa paling bahagia, Ramia mengatakan, puncak kebahagian pada usia muda dan tua tetap kurang dapat dipahami, dan itu menjadi tantangan untuk penelitian berikutnya di masa depan.

(win/utw)