Kontaminasi tersebut dapat menyebarkan kuman, dan membuat tenaga medis berisiko terinfeksi, kata penulis, dilansir Reuters.
“Sangat mengejutkan karena tenaga medis sering kali memindahkan kuman ke diri mereka pada saat mereka melepaskan (alat pelindung diri),” kata Dr. Curtis J. Donskey dari Rumah Sakit Veteran Cleveland.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas kesehatan yang terkontaminasi nantinya dapat menyebarkan patogen ke pasien yang kondisi tubuhnya rentan.
Untuk studi ini, peneliti merekrut dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain, misalnya flebotomis (tenaga medis yang menampung spesimen darah) dan terapis fisik di empat rumah sakit di Cleveland, berpartisipasi dalam simulasi itu. Lebih dari 435 simulasi dilakukan dalam penelitian tersebut.
Mereka lalu menggosok kedua tangan selama 15 detik untuk mensimulasikan sarung tangan yang tercemar, dan membalurkan sarung tangan ke bagian dada dan perut jubah pelindung. Sarung tangan kemudian ditukar dengan yang bersih.
Setelah mereka mencopot sarung tangan dan jubah seperti biasa, peneliti menggunakan cahaya hitam untuk memeriksa kontaminasi losion di tangan, lengan, leher, wajah, rambut, atau pakaian. Kontaminasi terhadap kulit atau pakaian terjadi 46 persen dari waktu kejadian, terjadi lebih sering saat melepas sarung tangan.
Michelle Doll dari Virginia Commonwealth University di Richmond mengatakan, pengalaman terakhir dengan virus Ebola di AS menunjukkan, kontaminasi diri sendiri ketika melepaskan alat pelindung memang terjadi. Namun, studi ini memperlihatkan isu yang lebih luas, yang bisa terjadi ketika perawatan rutin pasien.
(win/lty)