Tenaga Medis Kerap Pindahkan Kuman Saat Melepas Sarung Tangan

Windratie , CNN Indonesia | Selasa, 13/10/2015 14:22 WIB
Tenaga Medis Kerap Pindahkan Kuman Saat Melepas Sarung Tangan Ilustrasi dokter memeriksa pasien. (Getty images/ monkeybusinessimages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah studi yang dipublikasikan di JAMA Internal Medicine menyebutkan tenaga medis ternyata jadi biang kerok penyebaran kuman patogen di lingkungan rumah sakit. Hal itu justru terjadi ketika mereka melepas alat pelindung yang mereka gunakan untuk mengontaminasi virus dan bakteri.

Kontaminasi tersebut dapat menyebarkan kuman, dan membuat tenaga medis berisiko terinfeksi, kata penulis, dilansir Reuters.

“Sangat mengejutkan karena tenaga medis sering kali memindahkan kuman ke diri mereka pada saat mereka melepaskan (alat pelindung diri),” kata Dr. Curtis J. Donskey dari Rumah Sakit Veteran Cleveland.

“Sebagian besar peserta tampaknya tidak menyadari risiko kontaminasi yang tinggi. Banyak dari mereka melaporkan bahwa mereka menerima pelatihan yang minimal atau bahkan tidak sama sekali untuk memasang dan melepaskan (alat pelindung diri),” katanya.

Petugas kesehatan yang terkontaminasi nantinya dapat menyebarkan patogen ke pasien yang kondisi tubuhnya rentan.

Untuk studi ini, peneliti merekrut dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lain, misalnya flebotomis (tenaga medis yang menampung spesimen darah) dan terapis fisik di empat rumah sakit di Cleveland, berpartisipasi dalam simulasi itu. Lebih dari 435 simulasi dilakukan dalam penelitian tersebut.

Peserta mengenakan jubah pelindung dan sarung tangan dengan cara yang biasa mereka kerjakan, kemudian menerapkan sedikit losion berpendar di telapan tangan mereka. Lotion tersebut berfungsi memberi tahu area tubuh yang mudah terpapar kuman.

Mereka lalu menggosok kedua tangan selama 15 detik untuk mensimulasikan sarung tangan yang tercemar, dan membalurkan sarung tangan ke bagian dada dan perut jubah pelindung. Sarung tangan kemudian ditukar dengan yang bersih.

Setelah mereka mencopot sarung tangan dan jubah seperti biasa, peneliti menggunakan cahaya hitam untuk memeriksa kontaminasi losion di tangan, lengan, leher, wajah, rambut, atau pakaian. Kontaminasi terhadap kulit atau pakaian terjadi 46 persen dari waktu kejadian, terjadi lebih sering saat melepas sarung tangan.

Michelle Doll dari Virginia Commonwealth University di Richmond mengatakan, pengalaman terakhir dengan virus Ebola di AS menunjukkan, kontaminasi diri sendiri ketika melepaskan alat pelindung memang terjadi. Namun, studi ini memperlihatkan isu yang lebih luas, yang bisa terjadi ketika perawatan rutin pasien.