Laporan studi awal tentang Ebola mengangkat pertanyaan, bagaimana dan kapan epidemi di Afrika Barat itu berakhir? Para peneliti mengatakan, pada saat itu, mereka tidak tahu apakah jejak virus yang ditemukan hidup atau berpotensi menular, dan pertanyaan mereka kini terjawab.
“Hasil (studi) ini datang di saat yang tepat, mengingatkan kita bahwa ketika angka kasus Ebola menurun, korban Ebola dan keluarga mereka terus berjuang dari efek penyakit itu,” kata Bruce Aylward, seorang ahli penyakit Ebola dari badan kesehatan dunia (WHO), seperti dilaporkan oleh Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jonathan Ball, profesor virologi molekuler di Universitas Nottingham Inggris mengatakan bahwa hasil temuan studinya cukup mengkhawatirkan.
“Temuan ini menegaskan bahwa virus Ebola dapat bertahan di dalam saluran kelamin untuk waktu yang cukup lama, yaitu berbulan-bulan setelah virus menghilang dari darah. Yang mengkhawatirkan, virus yang tertampung di sana merupakan sumber potensial infeksi baru (Ebola), kata Ball.
Penelitian ini menguji sekitar 93 laki-laki korban selamat Ebola, berusia 18, dari kota Freetown, Sierra Leone, yang memberikan sampel semen mereka untuk diuji.
(win/win)