Wanita Skotlandia Klaim Bisa Endus Parkinson

Windratie, CNN Indonesia | Selasa, 27/10/2015 15:34 WIB
Kemampuan Joy Milne untuk mendeteksi parkinson dengan gaya mengendusnya, menarik perhatian organisasi parkinson di Inggris. Joy Milne, wanita yang bisa mencium 'aroma' parkinson dari tubuh suaminya. (Detikcom Third Party)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dapat mencium aroma suatu penyakit adalah sebuah terobosan, seperti yang terjadi pada perempuan Skotlandia ini. Joy Milne mengatakan bahwa dia dapat mencium aroma penyakit parkinson.

Suami Joy berjuang melawan parkinson selama 20 tahun, sebelum akhirnya sang suami meninggal dunia pada awal tahun ini. Dilaporkan oleh NY Daily News, Joy mengatakan bahwa aroma tubuh sang suami berubah, bahkan bertahun-tahun sebelum suaminya itu didiagnosis parkinson.

“Aromanya berubah. Tampaknya sulit untuk dijelaskan,” kata dia. “(Perubahan) itu tidak terjadi dengan tiba-tiba. Kadang hampir tidak kentara, lalu sangat kuat. Saya merasakan aroma yang berkala.”


Namun, Joy mengatakan tidak menyadari adanya perbedaan aroma pada pengidap parkinson, sampai dia dan sang suami menghadiri pertemuan kelompok pendukung.

“Kami menghadiri kelompok pendukung parkinson. Ketika saya masuk ke ruangan, saya merasa 'oh aromanya lebih kuat,” katanya. “Saya menyadari aroma tersebut.”

Joy mengatakan aroma parkinson itu bertambah kuat jika suaminya dekat dengan pengidap parkinson yang lain, dan melemah saat dia bersama orang sehat. 

“Aroma tersebut bisa menjadi kuat ketika dengan seseorang, atau menjadi lemah ketika dia dengan orang yang lain. Aroma itu juga berubah saat seorang terkena penyakit parah. Jadi, apakah penyakit mereka bertambah parah, apakah obat mereka bekerja, saya bisa mengidentifikasinya.”

Kemampuan Joy tersebut telah menarik perhatian organisasi Parkinson di Inggris. Mereka memutuskan untuk mencoba keterampilannya dalam sebuah penelitian khusus. Organisasi itu, mendaftarkan enam pengidap parkinson dan enam orang yang tidak mengidap parkinson.

Mereka mengenakan kaus selama satu hari. Joy kemudian diberikan kaus tersebut, dan diminta untuk mengatakan, mana kaus dari orang pengidap parkinson dan mana yang bukan.

“Akurasinya adalah 11 dari 12. Kami sangat terkesan,” kata dokter Tilo Kunath. Sebenarnya tebakan Joy seratus persen tepat. Sebab, seorang lelaki dari kelompok non-parkinson, didiagnosis mengidap parkinson delapan bulan kemudian.

“Kami masih efektif mendiagnosis (parkinson) sampai hari ini,” kata Katherine Crawford, direktur parkinson Scotlandia. Menurutnya, tes diagnostik seperti yang dilakukan Joy bisa membantu orang-orang untuk melihat lebih dalam penyakit tersebut dan berkonsultasi dengan ahli kesehatan, melakukan tes sederhana, dan menerima diagnosis parkinson yang jelas.

Parkinson adalah penyakit progresif di sistem saraf yang beluma ada obatnya. Menurut Yayasan Parkinson, sekitar tujuh sampai sepuluh juta orang hidup di dunia dengan penyakit ini. Sekitar 60 ribu orang Amerika didiagnosis parkinson setiap tahun. Legenda tinju Muhammad Ali dan aktor Michael J. Fox adalah beberapa orang yang berjuang melawan penyakit tersebut.

(win/les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK