Sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat oleh organisasi non-profit Oceana, menemukan bahwa salmon yang selama ini ada di pasaran, seringkali salah label. Dengan kata lain, salmon liar yang harganya jauh lebih murah, bisa jadi dilabeli sebagai salmon Chinook, yang harganya tinggi.
Melansir laman Independent, para peneliti menemukan bahwa 43 persen salmon yang diuji salah diberi label. Contoh paling umum adalah ketika salmon liar dijual sebagai salmon Chinook, yang hanya bisa ditangkap di musim tertentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Setelah memasuki pasar makanan laut global, kesalahan banyak terjadi. Selama perjalanan tersebut, informasi tentang ikan akan menjadi kacau. Apakah ikan salmon tersebut dibudidayakan atau dia hidup bebas di alam dan menjadi komoditi ilegal, begitu juga dengan bagaimana cara ikan tersebut ditangkap," tulis peneliti Oceana.
“Gagal melacak informasi kunci tersebut dari seluruh rantai pemasok berkontribusi tinggi pada tingginya penipuan makanan laut.”
Para peneliti mengatakan, konsumen di seluruh dunia harus mendesak adanya informasi yang benar untuk boga bahari.
“Transparansi dalam rantai pemasok makanan laut adalah satu-satunya cara untuk mengetahui jenis ikan yang mereka makan, apakah dibudidayakan atau liar, serta di mana dan bagaimana ikan ditangkap,” kata mereka.