Kelelahan yang Tak Disadari Saat Berkendara

Utami Widowati, CNN Indonesia | Jumat, 06/11/2015 11:06 WIB
Tak selamanya kelelahan bisa disadari pengidapnya. Tapi justru hal ini yang jauh lebih berbahaya, apalagi saat berkendara. Karena pengidap merasa selalu bisa. Ilustrasi berkendara. (SplitShire/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada kalanya manusia bisa jadi makhluk yang ajaib. Pada saat mereka terlalu lelah mereka malah tak menyadarinya. Anda merasa terus ingin menguap.

Padahal dalam kondisi ini jika Anda memaksakan diri untuk berkendara tentu saha sangat berbahaya. Sama berbahayanya dengan jika Anda dalam kondisi mabuk — sayangnya hal ini, berkendara dalam kondisi kelelahan sering tanpa sadar dilakukan orang.

Di Amerika saja seperti dikutip dari Huffington Post, setidaknya dalam satu tahun 1.550 orang meninggal akibat mengantuk saat berkendara. Sangat tidak layak.


Jika Anda terlalu lelah untuk beraktivitas dan berfungsi sebagai mana mestinya — terutama ketika di belakang kemudi — risikonya bukan Anda sendiri yang menanggung tapi juga orang-orang disekeliling Anda.

Berikut beberapa tanda dimana Anda terlalu lelah untuk mengendari dan saran para ahli untuk mengatasinya.

1. Jangan begadang
Terjaga sepanjang malam adalah pantangan. Menurut  National Sleep Foundation, Anda sebaiknya realistis terhadap kondisi tubuh Anda. Penuhi kebutuhan dasar tubuh untuk tidur 7-9 jam, tapi jika Anda masih merasa lemas lebih baik tidur sejenak dari pada Anda menyesal dalam waktu panjang setelah terjadi kecelakaan.  

2. Hindari berkendara dalam waktu lama.
“Kelelahan saat berkendara bisa terjadi saat jarak yang ditempuh sangat panjang,” kata Nathaniel Watson, presiden American Academy of Sleep Medicine. Hati-hati pada jumlah waktu yang Anda gunakan untuk berada di belakang kemudi. Buatlah aturan untuk berhenti guna beristirahat tiap dua jam sekali.

3. Waspadai emosi yang mudah tersulut.
Anda boleh jadi tak mengakui Anda kurang tidur, tapi emosi Anda bisa berbicara tentang diri Anda. Penelitian terbaru menemukan bahwa mereka yang kuran tidur, cenderung kesulitan untuk mengatur emosi mereka. Sehingga mereka jadi lebih mudah bereaksi atas tantangan dari hari ke hari dan bukannya mencari solusi.

4. Berjalan tanpa sadar.
Kelelahan yang dibawa saat berkendara bisa membuat Anda seperti ‘mayat hidup’ berjalan seolah tanpa sadar. Anda bisa dalam sekejap terlupa sudah melewati sebuah tempat atau bahkan terlewat dari tujuan semula. “Kehilangan memori jangka pendek dan tak menyadari sekeliling adalah tanda-tanda kelelahan juga,” kata Watson.

5. Melantur
Anda sadar tapi tak sepenuhnya adalah tanda-tanda kelelahan tingkat tinggi. Anda merasa baik-baik saja walau merasa sedikit melayang, tapi orang-orang sekeliling Anda melihat Anda seperti melantur.”Tidakfokus, sulit memfokuskan mata ke jalanan,” kata David Davila, anggota dari National Sleep Foundation.

6. Yang perlu dilakukan.
Mengemudi bisa jadi kegiatan yang sangat membutuhkan energi dan perhatian. Berikut beberapa hal yang bisa memimalkan efek dari rasa kantuk saat berkendara:

- Utamakan waktu tidur. Pastikan waktu tidur terpenuhi pada saat yang sama setiap hari. Jaga kondisi kamar agar tetap dingin, gelap dan perbaiki gaya hidup Anda. Hindari banyak konsumsi kafein dan alkohol sepanjang hari, agar waktu tidur tidak tertunda.

- Istirahatlah. Begitu Anda merasa mengantuk, berhentilah, jangan ditunda. Terutama dalam perjalanan panjang. “Cari tempat aman untuk menghentikan kendaraan, minum kopi atau yang berkafein baru tidur selama 10-20 menit. Karena kafein perlu waktu 30 menit untuk bekerja,”kata Davila.

- Jangan mengandalkan  gangguan perhatian untuk membuat Anda tetap terjaga.  “Membuka jendela untuk menggantikan udara dalam kendaraan, atau menaikkan volume radio tidak akan banyak membantu untuk mengembalikan konsentrasi saat kantuk menyerang,” kata Watson.

- Jika Anda bisa mencegah, sebaiknya jangan berkendara dulu. Ini terutama jadi penting saat Anda benar-benar tidak bisa istirahat dengan baik saat malam hari. Tak ada yang cukup layak untuk mengorbankan nyawa Anda atau orang lain. “Karena pada akhirnya tak ada pengganti urusan kurang tidur selain dengan tidur,” kata Watson. (utw/utw)
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK