Waspada, Kurang Gerak Berisiko Kematian

Dina Agustina, CNN Indonesia | Kamis, 05/11/2015 13:00 WIB
Waspada, Kurang Gerak Berisiko Kematian Ilustrasi olahraga (thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memiliki tubuh yang sehat dan bugar adalah keinginan setiap manusia. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk melakukan kegiatan fisik, namun saat ini tidak sedikit orang yang kurang memperhatikan pentingnya kesehatan fisik. 

Sebenarnya, dengan melalukan aktivitas seperti berjalan saja sudah bisa dianggap melakukan aktivitas fisik. Ternyata, hanya dengan melakukan kegiatan yang membuat tubuh bergerak, sudah bisa mengurangi resiko timbulnya berbagai penyakit berbahaya pada tubuh. 

Sayangnya, manusia urban, terutama yang hidup di perkotaan punya gaya hidup yang kurang aktif. Hampir 70 persen hidup mereka dihabiskan dengan duduk, entah saat bekerja di kantor, menonton televisi, ataupun duduk di dalam kendaraan.  

Di Indonesia sendiri, Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 menunjukan bahwa secara umum, atau sebanyak 26.1% proporsi penduduk Indonesia masih tergolong memiliki gaya hidup kurang aktif. Bahkan hampir separuh atau 44.2% proporsi penduduk kelompok umur diatas 10 tahun di DKI Jakarta berada dalam kategori kurang aktif.  


Padahal, WHO dalam terbitannya Global Health Risk: Mortality and Burden of Deases Attributable to Selected Major Risk menunjukan bahwa kurangnya aktivitas fisik, bisa menjadi penyebab kematian peringkat keempat tertinggi setelah hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung. 

Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Dr. Andi Kurniawan mengatakan dengan bergerak setidaknya 30 menit setiap hari, sebenarnya manusia bisa mengurangi risiko penyakit berbahaya akibat tubuh yang kurang aktif. "Definisi latihan fisik adalah aktivitas fisik yang dilakukan secara teratur yang dapat meningkatkan kebugaran tubuh. Dengan melakukan, aktivitas fisik dengan intesitas sedang, minimal 30 menit setap hari secara teratur dapat menurunkan resiko berbagai macam penyakit," kata dia. 

Sebagai langkah awal, berjalan kaki merupakan aktivitas fisik yang mudah dan dapat dilakukan oleh semua orang. Hanya dengan melakukan lebih banyak aktvitas berjalan kaki, pola hidup tidak sehat akan berubah menjadi sehat.  

Di lain pihak, rajin berjalan kaki juga bisa menghindarkan dari bahaya konstipasi. "Dalam Konsensus Nasional Penatalaksanaan Konstipasi Di Indonesia tahun 2010 disebutkan, kurangnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor yang menjadikan tidak teraturnya area pencernaan. Tidak teraturnya pencernaan bisa mengakibatkan timbulnya peradangan pada pencernaan," kata Dr. Ari Fahrial Syam, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Gastroenterologi.  

Setiap peningkatan aktivitas akan sangat bermanfaat untuk kesehatan. Berjalan cepat atau berolahraga dengan intensitas sedang sebanyak 30 menit dapat menurukan resiko penyakit jantung koroner.  "Aktivitas fisik juga memiliki peranan penting dalam kesehatan kardiovaskular. Penelitian memperkirakan bahwa setiap penambahan 2 jam duduk dapat meningkatkan resiko penyakit radiovaskular sebanyak 5%. Tetapi disisi lain, setidaknya berolahraga selama 1 jam dapat mengembalikan kebugaran tubuh yang hilang akibat 6-7 jam duduk," ujar Dr. Simon Salim, Dokter Spesialis Jantung.  

Membantu masyarakat untuk menjalankan hidup aktif, Coca Cola Indonesia melalui gerakan Indonesia Segar kembali menggulirkan sebuah kampanye yang diberi nama "BRRRGERAK 30". Lewat kampanye ini, Coca-cola berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas dokter, praktisi kesehatan, dan berbagai komunitas muda untuk mempromosikan pentingnya melakukan aktvitas fisik moderat minimal 30 menit per hari sebagai langkah awal menuju hidup yang lebh sehat.  

"Di tengah kemajuan zaman, bahaya dari pola hidup yang santai atau kurang gerak menjadi tantangan kita bersama. Lewat ajakan 'Brrrgerak 30', kami ingin mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyuarakan pentingnya kembali pada pola hidup yang sehat," kata Andrew Hallatu, Communication Manager Coca-cola Indonesia, saat ditemui di Kembang Goela Jakarta Pusat, baru-baru ini. (les/les)