logo CNN Indonesia

Izin Sakit Perut Lebih Dipercaya oleh Bos

, CNN Indonesia
Izin Sakit Perut Lebih Dipercaya oleh Bos
Jakarta, CNN Indonesia -- Pernah merasa enggan untuk ke kantor tapi bingung dengan alasan apa ke bos? Mungkin hasil survei di Inggris baru-baru ini dapat menjadi referensi alasan sakit yang 'ampuh' membuat bos memberikan izin tidak masuk kerja. 

Dalam sebuah survei melibatkan 2500 pengusaha dan karyawan di Inggris mengungkapkan bahwa masalah yang berkaitan dengan pencernaan menempati posisi teratas izin tidak masuk kerja. Alasan tersebut membuat para bos sukarela memberikan izin istirahat pada karyawan mereka.

Posisi pertama, kasus muntah-muntah, merupakan izin sakit paling umum yang dimaklumi para bos, yaitu sebanyak 79 persen. Kasus diare menempati posisi kedua dengan perolehan 71 persen.
 

Penelitian ini dilakukan oleh Benenden, sebuah penyedia jasa kesehatan di Inggris. Lembaga ini ingin melihat alasan terbaik dan terburuk yang mampu menarik empati sang bos dan memberikan izin untuk tidak masuk kerja. Seringkali karyawan meminta izin untuk tidak masuk kerja karena flu, migrain, hingga stres. Namun ternyata penyakit jenis ini kurang menarik belas kasihan atasan. 

Survei tersebut menunjukkan bahwa flu hanya memberi peluang sebesar 58,1 persen, migrain sebesar 36,5 persen, dan stres hanya diyakini kebenarannya sebesar 19 persen. Bahkan, atasan lebih percaya karyawannya sakit perut ketimbang sakit mental yang hanya memperoleh 16,9 persen. 

Melalui sebuah riset di awal tahun ini, para pengusaha di Inggris diketahui lebih memberikan izin tidak masuk kepada karyawannya yang mengaku menderita sakit punggung ketimbang karyawan yang stres dan gangguan jiwa. 

"Diyakini terdapat sebuah kaitan secara komersil antara memiliki fisik yang sehat dengan performa kerja, berarti para pemilik kerja masih tak acuh atas dampak kesehatan mental terhadap produktivitas, absensi, dan lama kerja," kata Inci Duducu, direktur kesehatan Benenden, dilansir Daily Mail. 

Sedangkan berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh perusahaan kesehatan AXA PPP, dua dari tiga pemilik kerja tidak percaya alasan stres, cemas, ataupun depresi cukup bagus untuk tidak pergi bekerja. 

Tetapi faktanya, berdasarkan studi oleh Pemerintah Inggris pada 2013 lalu, sebanyak 35 persen pekerja di negara tersebut menderita penyakit mental ringan hingga menengah, seperti depresi, gelisah, dan stres. Namun, masih dalam penelitian AXA PPP, hanya 39 persen karyawan jujur kepada atasannya bahwa mereka menderita stres dan depresi saat meminta izin sakit.

0 Komentar
Terpopuler
CNN Video