Studi: Aroma Bayi Sama 'Nagih-nya' Seperti Narkoba dan Seks

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Kamis, 19/11/2015 06:35 WIB
Studi: Aroma Bayi Sama 'Nagih-nya' Seperti Narkoba dan Seks ilustrasi ibu dan bayi (tabakpolska/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wajah yang imut, kaki dan tangan yang kecil, serta bibir yang mungil membuat banyak orang yang melihatnya pasti terpana. Entah apa sebabnya, bayi yang kecil itu seperti menyihir banyak orang untuk tetap selalu memandangnya.

Aroma napas dan tubuh bayi pun juga membuat banyak orang suka pada si mahluk mungil ini. Tapi apa sebenarnya yang buat Anda mudah sekali kangen dengan si kecil? Kenapa bayi bisa membuat Anda 'ketagihan?'

Ternyata ada penelitian ilmiah mengapa hal ini bisa terjadi. Penelitian telah membuktikan bahwa sebenarnya bau bayi memang memabukkan.


Mengutip Your Tango, sebuah laporan yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychology menemukan bahwa perempuan yang mencium aroma bayi yang baru lahir ternyata menimbulkan aktivitas otak yang sama dengan orang yang merasa puas dan gembira setelah mengonsumsi narkoba, dan sedang bercinta.

Sementara semua perempuan mengalami reaksi yang sama, para ibu ternyata punya reaksi yang berbeda saat mencium aroma bayinya. Para ibu mengalami reaksi otak yang mirip dengan apa yang biasa dirasakan setelah makan makanan yang enak dalam porsi besar.

Selama penelitian, 30 orang perempuan (15 perempuan dan 15 ibu-ibu) dipantau aktivitas otaknya dengan fMRI saat mereka mencium berbagai aroma dari banyak benda. Meskipun perempuan kesulitan untuk mengidentifikasikan aroma bayi yang baru lahir, namun aktivitas otaknya berkata lain.

Peneliti mengatakan bahwa ini adalah bentuk manipulasi biologis. Manipulasi ini bertujuan untuk 'membujuk' perempuan agar bisa merawat bayi mereka dengan perasaan gembira dan senang sekaligus untuk meningkatkan hubungan ibu-anak.

Hanya saja, penelitian ini tidak meneliti aktivitas otak terhadap aroma bayi ini pada pria.




(chs/utw)