Yoga untuk Menyembuhkan Cedera Bahu dan Punggung

Vega Probo, CNN Indonesia | Minggu, 22/11/2015 21:36 WIB
Yoga untuk Menyembuhkan Cedera Bahu dan Punggung Joan Hyman, yogi, mengarahkan peserta melakukan pose downward-facing dog (adho mukha svanasana) di Namaste Festival di Hotel Sultan, Jakarta (22/11). (CNNIndonesia/Vega Probo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Cedera bahu dan panggung termasuk sering dialami pegiat olah tubuh, termasuk yoga, utamanya saat melakukan pose jembatan (setu bandha sarvangasana) atau khayang (urdva dhanurasana atau chakrasana). Namun dengan yoga pula lah cedera ini bisa disembuhkan.

Demikian disampaikan Joan Hyman dalam sesi Shoulder Girdle in Asana di Festival Namaste di Hotel Sultan, Jakarta, pada Minggu (22/11). Setelah melakukan latihan pernapasan, barulah Joan membuka inti latihan kali ini dengan penjelasan mengenai anatomi tubuh.

“Cedera tubuh bagian atas biasa terjadi karena minimnya pengetahuan tentang anatomi serta terlalu memaksakan gerak otot melebihi kemampuan,” kata Joan yang segera menjelaskan panjang lebar tentang anatomi tubuh bagian atas serta pola kerja otot dan tulang.


Sembari menunjukkan persendian dan otot bahunya sendiri, Joan juga meminta peserta untuk merasakan persendian dan otot bahunya masing-masing. Ia meminta peserta tak sembarang melakukan gerakan, melainkan juga merasakannya agar memahami batas kemampuan.

Sebetulnya tak banyak pose atau gerakan yang dipraktekkan di sesi yang dipandu yogi yang juga mempelajari ayurveda, chakra dan meditasi ini. Sekalipun hanya berfokus pada variasi pose gunung atau downward-facing dog (adho mukha svanasana), namun menguras energi.

Dalam tempo satu jam, keringat mengucur deras. Bahu dan persendian tangan pun mulai terasa tegang, terlebih saat melakukan pose bulu merak atau pincha mayurasana. Dengan telaten, Joan menghampiri satu per satu peserta, dipandu tahap demi tahap agar tak cedera.

“Yang kita butuhkan otot yang kuat dan stabil, bukan sekadar keras,” Joan menerangkan gerakan otot yang benar. Seringkali tanpa disadari, gerakan yang salah malah mengarahkan otot menuju cedera. Untuk itu, peserta harus mencermati arahan yogi, dan merasakan gerakan tubuh.

Latihan untuk tubuh bagian atas ini juga baik untuk memperbaiki postur tubuh.  Tubuh bisa bungkuk bila posisi saat bekerja atau berkendara terus menerus condong ke depan. Untuk itu, diperlukan latihan untuk mengembalikan postur tubuh tetap tegap dan tentu saja sehat.

“Latihan memang seperti mengajari anak anjing, harus dilakukan berulang-ulang,” kata Joan sembari tertawa. Menurut perempuan yang telah mengajar yoga selama dua dekade belakangan ini, latihan dapat menciptakan zona nyaman dari dalam tubuh, sehingga terhindar dari cedera.

Pengalaman mengajar yoga selama tiga hari di Festival Namaste tahun ini diakui Joan sangat menyenangkan. Latihan yoga kreasinya, seperti Shoulder Girdle in Asana pun membuat peserta senang bisa memahami detail otot yang membantu penyembuhan cedera bahu dan punggung.

Sebagaimana diakui salah satu peserta, Jocelyne Halim, yang merasakan kekuatan di bahu serta dada, setelah mengikuti latihan bersama Joan. Perempuan muda asal Jakarta ini berlatih yoga karena tak ingin sakit-sakitan seperti anggota keluarganya.

(vga/vga)