Mengubah Dunia dengan Sebuah Pensil

Windratie, CNN Indonesia | Jumat, 27/11/2015 11:40 WIB
Mengubah Dunia dengan Sebuah Pensil Adam Braun, CEO Pencils of Promise. (https://en.wikipedia.org/wiki/File:Adam_Braun)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bocah laki-laki di tepi Sungai Gangga itu hanya punya permintaan sederhana. Dia hanya ingin pensil. Bagi Adam Braun, yang ketika itu adalah mahasiswa berusia 21 tahun, kejadian itu adalah titik tolak untuk memenuhi keinginan yang sama dari ribuan anak di seluruh dunia.

Braun kini berusia 32 tahun, dia adalah penulis dan pengusaha sukses. Braun berada di India usai terinspirasi film 'Baraka' pada 1992, sebuah film dokumenter yang menunjukkan bagaimana manusia hidup di planet ini.

“Ini adalah perjalanan paling transformatif dalam hidup saya,” katanya seperti dilaporkan oleh laman CNN.


“(Film) itu menunjukkan adegan yang diambil di tepi Sungai Gangga di Varanasi, India. Saya begitu termotivasi oleh adegan tersebut dan memutuskan saya harus ke India.”

Bagi Braun, ini adalah saat-saat spiritual yang dalam. “Itu adalah saat ketika Anda datang ke orang yang memang sudah ditakdirkan untuk bertemu.”

Pengalaman di India, menggugah Braun untuk menggunakan keterampilannya sebagai seorang pengusaha muda. Dia terinspirasi untuk membuat gerakan amal yang dijalankan seperti bisnis, tapi tidak untuk mencari keuntungan.

Inspirasi utama Braun adalah permintaan anak tersebut. “Ketika saya bertanya kepada seorang anak pengemis jalanan, apa yang dia inginkan dari apapun di dunia. Dia menjawab, hal yang sangat dia inginkan adalah pensil,” ujar Braun mengenang.

“Dari pengalaman tersebut saya putuskan untuk membawa pulpen dan pensil yang banyak.”

“Saya berikan kepada sekelompok anak. Sesuatu yang akhirnya bisa saya lakukan untuk ratusan, mungkin ribuan anak.”

Braun telah melakukan perjalanan keliling dunia untuk mendistribusikan pensil di lebih dari 50 negara. Pada Oktober 2008, Braun mendirikan yayasan Pencils of Promise. Pada 2014, dia juga menulis sebuah buku laris seputar pengalamannya, berjudul The Promise of a Pencil: How an Ordinary Person Can Create Extraordinary Change.”

Yayasan amal Braun juga didukung oleh selebriti dunia, salah satunya Justin Bieber dan Usher. Yayasan tersebut didedikasikan untuk memberikan kesempatan pendidikan untuk anak-anak di negara berkembang.

Dia mengatakan, Pencils of Promise sekarang sudah membangun lebih dari 300 sekolah yang memelihara imajinasi, rasa ingin tahu dan potensi anak-anak yang mungkin tidak akan pernah memiliki kesempatan.

“Kekuatan pensil adalah benda itu dapat membuka banyak hal bagi seseorang,” kata Braun. “Saya belajar, pensil rata-rata menulis 40 ribu kata, saya pikir itu suatu hal yang sangat kuat.”

Menurut Braun, yang menggugah hatinya adalah ketika melihat anak-anak di komunitas yang sangat miskin, di mana orang tua mereka sangat mendukung, tapi mereka tidak mendapatkan dukungan sekolah untuk mengejar mimpi mengaspirasi tersebut.”

Braun mengatakan bahwa perjalanan telah membuka potensi dirinya. “Perjalanan memberikan rasa kebebasan yang luar biasa. Pengalaman yang mengingatkan saya betapa kecilnya saya di dunia, juga memberanikan saya untuk bermimpi besar.”

(win/les)