Spa Bisa Redakan Stres, Bukan Menghilangkannya

Tri Wahyuni | CNN Indonesia
Sabtu, 28 Nov 2015 13:17 WIB
Posisi membaringkan tubuh saat spa, menurut psikolog, memberikan waktu istirahat tersendiri untuk tubuh yang berefek menenangkan. Ilustrasi pijat dan spa. (Thinkstock/Ryan McVay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak mudah tinggal di kota besar seperti Jakarta. Aktivitas yang tinggi dan persaingan hidup di dalamnya memberikan tekanan tersendiri buat setiap penghuninya.

Mungkin, ini juga yang membuat Jakarta dipenuhi oleh tempat-tempat yang menawarkan hiburan dan relaksasi. Salah satunya yang menjamur adalah tempat pijat dan spa.

Dulu, mungkin spa hanya diminati oleh kaum perempuan karena perawatan kecantikan yang ditawarkan di dalamnya. Tapi kini, spa juga diminati laki-laki karena juga dipercaya bisa meredakan stres akibat rutinitas sehari-hari.


Psikolog Anna Surti atau yang akrab disebut Nina, membenarkan kalau spa bisa meredakan stres. Sekilas memang tak ada hubungannya, spa yang identik dengan perawatan tubuh bisa memengaruhi pikiran dan emosi.

"Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Spa bisa bermanfaat scara psikologis karena secara fisik, spa bisa melancarkan peredaran darah dengan pijatannya sehingga memberikan efek lebih menenangkan," kata Nina ketika berbincang dengan CNN Indonesia melalui sambungan telepon, Jumat (27/11).

Posisi saat spa yang membaringkan tubuh, juga menurut Nina memberikan waktu istirahat tersendiri untuk tubuh. Ditambah pijatan yang bisa mengusir rasa lelah dan pegal.

"Beristirahat memberikan kesempatan buat kita untuk diri kita lagi. Kalau istirahat cukup, bisa lebih berkonsentasi, berpikir lebih lancar. Apalagi kalau bisa tidur, kesempatan tidur tambahan ini bisa jadi sangat membantu," ujar Nina.

Secara emosional, ritual-ritual yang dilakukan saat perawatan spa juga membuat orang seperti dimanjakan. Semua kebutuhan terkait perawatan tubuh dilayani dengan baik, tanpa harus berbuat banyak, tinggal tidur saja.

Inilah yang menyebabkan banyak orang menyukai perawatan spa, seperti jadi ratu sesaat. Di sinilah para pelanggan mendapatkan kenikmatannya.

Selain pijatan, perawatan, dan pelayanan yang memanjakan, tambahan aroma terapi yang digunakan di tempat spa juga membuat sensasi tersendiri bagi siapa saja yang menghirupnya.

Wewangian dengan aroma yang lembut sungguh terasa menenangkan pikiran. "Biasanya yang ditaruh itu aroma terapi yang menenangkan, membuat rileks, membuat segar kembali," kata Nina.

Tak heran jika banyak orang yang memilih untuk menjalani perawatan spa ketika merasakan hidupnya dalam kepenatan. Spa pun menjadi alternatif sendiri bagi mereka yang tidak bisa menyegarkan pikiran dengan berlibur.

Kendati dibenarkan bisa meredakan stres, Nina menekankan, bukan berarti dengan spa stres akan hilang begitu saja. Satu-satunya cara menghilangkan stres hanya dengan menghilangkan sumber stresnya.

Ketika Anda ada masalah dengan rekan di tempat kerja, Anda merasa begitu stres lalu pergi ke spa, mungkin hal itu akan terlupakan sementara waktu. Tapi sesungguhnya masalah itu tidak akan benar-benar pergi sebelum diselesaikan.

"Memang harus diselesaikan sumber masalahnya. Tidak bisa bergantung sama spa. Mengharapkan dengan spa stresnya hilang itu salah. Bukan hilang, hanya berkurang," ujar Nina.

(win/win)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER