Fakta Ilmiah Stres Ubah Rambut Jadi Uban dalam Semalam

Utami Widowati, CNN Indonesia | Selasa, 01/12/2015 01:07 WIB
Fakta Ilmiah Stres Ubah Rambut Jadi Uban dalam Semalam Ilustrasi rambut putih. (Elektro-Plan/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ada kisah yang mengatakan rambut Marie Antoinette berubah menjadi putih hanya semalam sebelum dia dihukum penggal. Asumsinya dia mengalami stres menghadapi akhir hidupnya yang menyebabkan warna rambutnya hilang dalam hitungan jam.

Kini para peneliti membuka kisah yang sama. Mereka yakin stres memang punya peranan dalam proses bertahap yang membuat rambut jadi kelabu. Umumnya rambut perempuan mulai berubah menjadi uban saat berusia 35 tahun, sementara untuk para pria, proses itu terjadi di usia 30 tahun.

Namun seperti dikutip Huffington Post, hal itu juga tergantung pada gen dan kesehatan secara keseluruhan. Ada yang mulai menemukan uban di kepalanya saat masih duduk di bangku SMA, namun ada pula yang baru memiliki uban saat berusia 50-an tahun.
 
Secara umum kepala manusia rata-rata memiliki 100 ribu folikel. Masing-masing bisa menumbuhkan beberapa rambut, sepanjang hidup. Di dasar tiap folikel ada pabrik rambut kecil dimana sel saling bekerja sama untuk pewarnaan rambut. Warna itu tergantung pada pigmen yang disebut melanin. Rambut yang kehilangan banyak melanin akan menjadi kelabu, semakin banyak melanin yang hilang maka rambut akan menjadi putih. 


Namun para peneliti masih belum semua sepakat apakah memang stres bisa membuat rambut menjadi abu-abu.

Selain itu, jenis stres penyebab rambut berubah kelabu juga bukan stres biasa, melainkan stres kronis, seperti yang dialami Maria Antoinette akibat stres semalaman.

Pada 2013, Universitas New York mempublikasikan penelitian di Nature Magazine yang menghubungkan antara stres jangka panjang dengan warna rambut. Dalam penelitian itu peneliti menemukan bahwa hormon yang diproduksi sebagai respons terhadap stres bisa menguras melanocyte atau sel punca yang menentukan warna rambut. Peneliti menemukan stres yang menyebabkan sel punca meninggalkan folikel rambut kita lah, yang membuat rambut jadi berubah putih.

Penelitian lain menyimpulkan bahwa proses yang membuat rambut memutih memiliki persamaan yang multi-variabel. Hormon stres berdampak pada daya tahan dan aktivitas melanocyte. Tapi belum jelas betul hubungan antara stres dan uban, demikian dikutip dari Scientific American.

Selain bisa mengubah warna rambut, stres juga memicu tekanan darah tinggi, serangan jantung, kecemasan dan depresi. Tak heran stres disebut juga sebagai 'pembunuh diam-diam' atau silent killer. 

Sementara tentang Marie Antoinette, ada sebuah teori yang berbeda bahwa dia memang menggunakan wig untuk menyambut kejadian penting, berupa pemenggalannya, di akhir hidupnya. (utw/utw)