Indonesia Punya Ruang Koleksi di Museum Vatikan

Tri Wahyuni | CNN Indonesia
Sabtu, 26 Des 2015 15:41 WIB
Ruang pameran itu juga disebut-sebut paling luas dibandikan dengan ruang pameran untuk Australia dan India. Ilustrasi Vatikan. (Getty Images/Franco Origlia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Upaya Kementerian Pariwisata untuk menggaet wisatawan mancanegara terus dilakukan. Kali ini Vatikan yang menjadi targetnya.

Berkat kerja sama yang dilakukan antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Vatikan, Indonesia berhasil mendapatkan ruang koleksi khusus di Museum Vatikan di Roma, Italia.

Dilansir dari situs Indonesia Travel, Indonesia mendapat ruangan koleksi seluas 292 meter persegi untuk menampilkan koleksi budaya dan sosial dari seluruh Nusantara.


Ruang pameran itu juga disebut-sebut paling luas dibandikan dengan ruang pameran untuk Australia dan India.

Beberapa koleksi yang akan dipamerkan antara lain, wayang kulit, replika Candi Borobudur, batik Jawa, ukiran kayu dari suku Asmat, dan masih banyak lagi.

Sebelumnya, Museum Vatikan sudah memiliki lebih dari 1100 artefak seni dan budaya Indonesia yang dibawa oleh misionaris sebagai pemberian hadiah kepada Paus.

Ruang koleksi pameran rencananya juga akan dilengkapi dengan Indonesian Garden, yang memamerkan patung badak bercula satu terbuat dari perunggu.

Patung badak tersebut pernah ditampilkan di Paviliun Indonesia dalam Milan Expo 2015 kemudian dihibahkan Pemerintah Indonesia kepada Museum Vatikan.

Selain itu, ruang pameran juga akan dilengkapi dengan area edukasi yang diperintukkan bagi pelajar. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan masyarakat dan budaya Indonesia kepada warga Vatikan.

Ide membuat ruang pameran untuk Indonesia di Museum Vatikan sebenarnya sudah dilakukan sejak 2011 dan baru terealisasi pada 2012. Saat itu dibuka permanent display relief Candi Borobudur.

Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Vatikan pun terus berlanjut. Hingga pada 2014, Indonesia mendapatkan tempat untuk menggelar pameran sementara yang bertema Indonesia: Land of Harmony.

Pameran tersebut menampilkan konsep pluralisme Indonesia yang menggambarkan Bhinneka Tunggal Ika.

Selanjutnya, Pemerintah Indonesia mengusulkan untuk mengembangkan ruang koleksi permanen.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sempat berkunjung ke Vatikan beberapa waktu lalu untuk melihat langsung ruang koleksi Indonesia serta membahas rencana pembangunan selanjutnya bersama President of the Vatican City State, Cardinal Giuseppe Bertello.

Museum Vatikan merupakan salah satu museum terbaik di dunia selain Museum Smithsonian di Washington D.C. dan Museum Louvre di Paris. Jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Museum Vatikan mencapai enam juta orang per tahun.

Museum ini terbilang sangat strategis karena setiap hari selalu ramai pengunjung, mencapai lebih dari 10 ribu orang.

Dengan ruang pameran Indonesia ini diharapkan akan lebih banyak lagi wisatawan mancanegara yang mengetahui Indonesia dan berkunjung untuk mengetahui lebih banyak lagi tentang Indonesia.

(ard/ard)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER