Cara Memulai Hidup Sehat di Tahun Baru

Tri Wahyuni | CNN Indonesia
Senin, 04 Jan 2016 14:51 WIB
Cara Memulai Hidup Sehat di Tahun Baru
Ilustrasi meditasi di tahun baru. (Thinkstock/Geribody)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School, olahraga yang melatih ketahanan tubuh dapat meningkatkan protein yang mengaktifkan gen pemicu pertumbuhan saraf yang berperan dalam peningkatan kemampuan belajar dan memori. Protein tersebut juga dipercaya mampu memperlambat perkembangan penyakit alzheimer dan parkinson.

Pilih olahraga yang bisa melatih ketahanan tubuh, lalu tekuni selama beberapa minggu secara teratur. Lama-kelamaan kebisaan berolahraga pun akan terbentuk.



ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jakarta, CNN Indonesia -- Dari sekian banyak resolusi yang sudah Anda siapkan untuk tahun 2016, meningkatkan kesehatan lebih baik juga ikut masuk dalam catatan.

Hidup sehat sengat penting sebagai modal diri untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi tentunya.

Tidak hanya kesehatan tubuh, kesehatan mental juga penting di tingkatkan demi kehidupan yang lebih baik. Jika Anda bingung bagaimana memulainya, beberapa cara berikut mungkin bisa membantu Anda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikutip dari Medical Daily, berikut enam tips untuk memulai hidup sehat, baik jiwa maupun raga:

1. Tidur cukup

Ilustrasi. (Dok Thinkstock)

Jika di tahun 2015 lalu Anda selalu merasa kurang tidur, sebaiknya buat resolusi agar Anda bisa tidur cukup selama 2016 karena manfaat tidur sangat baik untuk tubuh dan pikiran.

Paling tidak, Anda harus memiliki waktu tidur selama 7-9 jam. Sebab, menurut penelitian dari National Sleep Foundation, kekurangan tidur akan membuat proses berpikir melambat.

Hal ini akan berujung pada masalah memori, meningkatkan depresi, memicu tekanan darah tinggi, menggaggu suasana hati sampai melemahkan sistem pertahanan tubuh.

Mulailah untuk mendesain suasana kamar sehingga Anda lebih bisa tidur nyenyak. Hindari kebisingan dan cahaya terang.

2. Seimbangkan pola makan

Ilustrasi. (Jakub Kapusnak/FoodiesFeed)

Pola makan yang tidak seimbang akan menyebabkan kegemukan, memicu penyakit jantung, diabetes tipe 2, bahkan bisa memicu kanker tertentu serta perubahan di otak.

Menurut penelitian, bayi monyet yang lahir dari ibu yang terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak cenderung mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Ketika peneliti mencoba untuk melihat otak mereka, ternyata ditemukan produksi dopamin yang sangat sedikit yang mempengaruhi motivasi dan rasa bahagia.

Dalam studi lainnya ditemukan, anak yang mengonsumsi banyak asam lemak omega-3, zat besi, zinc, asam folat, dan vitamin A, B6, B12, and C, terbukti mendapatkan nilai yang lebih tinggi dalam tes setelah enam bulan.

3. Olahraga teratur

Ilustrasi. (Thinkstock/EpicStockMedia)

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School, olahraga yang melatih ketahanan tubuh dapat meningkatkan protein yang mengaktifkan gen pemicu pertumbuhan saraf yang berperan dalam peningkatan kemampuan belajar dan memori. Protein tersebut juga dipercaya mampu memperlambat perkembangan penyakit alzheimer dan parkinson.

Pilih olahraga yang bisa melatih ketahanan tubuh, lalu tekuni selama beberapa minggu secara teratur. Lama-kelamaan kebisaan berolahraga pun akan terbentuk.

4. Melatih pikiran BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 ... 3 4 5 ... 7