Cara Memulai Hidup Sehat di Tahun Baru
Penelitian dari Florida State University menemukan bahwa orang yang dapat mengontrol dan melatih pikirannya seperti mencuci piring yang kotor.
Dengan fokus pada tahapan mencuci, fokus pada sabun, aromanya, juga gerakan mencuci, peserta penelitian dapat menurunkan tingkat stresnya. Orang yang telah melakukan latihan berpikir ini selama delapan minggu dengan melakukan meditasi akan mengalami perbaikan pada otaknya terkait kemampuan memori, empati, dan stres.
Untuk memaksimalkan fungsi kesehatan mental, dokter merekomendasikan melakukan terapi berpikir yang berbasis pada kemampuan kognitif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terapi ini hanya membutuhkan waktu 10 menit per hari dan dapat dilakukan sambil melakukan pekerjaan maupun dengan meditasi dan mendengarkan musik.
Hidup sehat sengat penting sebagai modal diri untuk melakukan sesuatu yang lebih baik lagi tentunya.
Tidak hanya kesehatan tubuh, kesehatan mental juga penting di tingkatkan demi kehidupan yang lebih baik. Jika Anda bingung bagaimana memulainya, beberapa cara berikut mungkin bisa membantu Anda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tidur cukup
Ilustrasi. (Dok Thinkstock)
Jika di tahun 2015 lalu Anda selalu merasa kurang tidur, sebaiknya buat resolusi agar Anda bisa tidur cukup selama 2016 karena manfaat tidur sangat baik untuk tubuh dan pikiran.
Paling tidak, Anda harus memiliki waktu tidur selama 7-9 jam. Sebab, menurut penelitian dari National Sleep Foundation, kekurangan tidur akan membuat proses berpikir melambat.
Hal ini akan berujung pada masalah memori, meningkatkan depresi, memicu tekanan darah tinggi, menggaggu suasana hati sampai melemahkan sistem pertahanan tubuh.
Mulailah untuk mendesain suasana kamar sehingga Anda lebih bisa tidur nyenyak. Hindari kebisingan dan cahaya terang.
2. Seimbangkan pola makan
Ilustrasi. (Jakub Kapusnak/FoodiesFeed)
Pola makan yang tidak seimbang akan menyebabkan kegemukan, memicu penyakit jantung, diabetes tipe 2, bahkan bisa memicu kanker tertentu serta perubahan di otak.
Menurut penelitian, bayi monyet yang lahir dari ibu yang terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak cenderung mengonsumsi makanan yang tidak sehat. Ketika peneliti mencoba untuk melihat otak mereka, ternyata ditemukan produksi dopamin yang sangat sedikit yang mempengaruhi motivasi dan rasa bahagia.
Dalam studi lainnya ditemukan, anak yang mengonsumsi banyak asam lemak omega-3, zat besi, zinc, asam folat, dan vitamin A, B6, B12, and C, terbukti mendapatkan nilai yang lebih tinggi dalam tes setelah enam bulan.
3. Olahraga teratur
Ilustrasi. (Thinkstock/EpicStockMedia)
Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School, olahraga yang melatih ketahanan tubuh dapat meningkatkan protein yang mengaktifkan gen pemicu pertumbuhan saraf yang berperan dalam peningkatan kemampuan belajar dan memori. Protein tersebut juga dipercaya mampu memperlambat perkembangan penyakit alzheimer dan parkinson.
Pilih olahraga yang bisa melatih ketahanan tubuh, lalu tekuni selama beberapa minggu secara teratur. Lama-kelamaan kebisaan berolahraga pun akan terbentuk.
4. Melatih pikiran
Ilustrasi. (Thinkstock/Jupiterimages)
Penelitian dari Florida State University menemukan bahwa orang yang dapat mengontrol dan melatih pikirannya seperti mencuci piring yang kotor.
Dengan fokus pada tahapan mencuci, fokus pada sabun, aromanya, juga gerakan mencuci, peserta penelitian dapat menurunkan tingkat stresnya. Orang yang telah melakukan latihan berpikir ini selama delapan minggu dengan melakukan meditasi akan mengalami perbaikan pada otaknya terkait kemampuan memori, empati, dan stres.
Untuk memaksimalkan fungsi kesehatan mental, dokter merekomendasikan melakukan terapi berpikir yang berbasis pada kemampuan kognitif.
Jenis perawatan ini sudah banyak diterapkan di rumah sakit dan tempat rehabilitasi untuk mengurangi tingkat hormon stres seseorang dan mengembalikan kembali perhatian mereka terhadap apa yang terjadi sekarang agar mereka tidak terperangkap pada masa lalu dan masa depan.
Terapi ini hanya membutuhkan waktu 10 menit per hari dan dapat dilakukan sambil melakukan pekerjaan maupun dengan meditasi dan mendengarkan musik.