Turun Berat Badan 70kg Demi Keliling Dunia

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Selasa, 12/01/2016 19:28 WIB
Pernah mendapat kejadian memalukan akibat berat badan berlebihan, Amber Smith bertekad menurunkan berat badannya demi cita-cita keliling dunia. Ilustrasi diet. (Thinkstock/gpointstudio)
Jakarta, CNN Indonesia --
Amber Smith adalah seorang petualang. Seperti juga para pejalan lainnya, dia pun punya cita- cita berkeliling dunia. Tapi, ada satu hal yang menghalangi Smith mewujudkan cita-cita tersebut.

Dia pernah mengalami kejadian memalukan saat penerbangan ke Moskow, Rusia.

Melansir laman Yahoo Travel, pada waktu itu, tepatnya pada Oktober 2012 silam, berat badan Smith mencapai lebih dari 160 kg. Saking lebar pinggangnya, Smith harus meminta perpanjangan sabuk pengaman.


“Itu adalah saat yang memalukan. Meminta tambahan sabuk pengaman pada pramugari sangat membuat jengah. Semua mata sepertinya melihat saya,” kata Smith.

Bukan hanya soal sabuk pengaman saja. Tubuh Smith yang besar nyaris ‘luber’ ke luar kursi dan membuat penumpang di sebelahnya tidak nyaman, sehingga mereka minta pindah kursi.

“Rasa malu yang saya rasakan pada waktu itu tidak bisa lagi terbayangkan,” ungkapnya.

Sekarang, Smith bisa tertawa saat mengingat peristiwa tersebut. Namun insiden waktu itu memecut Smith untuk mengubah hidupnya. Dia memutuskan untuk menurunkan berat badan, agar bisa berkeliling dunia tanpa lagi merasa malu.

Dan, tekad Smith berbuah manis. Dia sukses menurunkan berat badannya nyaris 70 kg dalam waktu satu tahun.

“Saya waktu itu berpikir, saya terlalu gemuk untuk berkeliling dunia dan hal itu membuat saya frustrasi. Saya merasa tidak punya kehidupan,” kata dia.

Kini, dengan berat badan mendekati ideal, Smith bisa melanjutkan cita-citanya melanglang buana. Kendati begitu, perjalanan Smith ‘mengeliminasi’ 70 kg berat badannya, bukanlah hal yang mudah.

Sejak menetap di London, Inggris 10 tahun lalu, Smith memang suka bepergian. Dia selalu menyempatkan diri berkeliling Eropa saat berlibur. “Saya juga beberapa kali berlibur ke Amerika Serikat dan Kanada,” kata dia.

Namun, ketika dia pindah ke Newcastle untuk pekerjaan baru. Hidupnya berubah. “Saya melarikan diri ke makanan untuk mengusir stres. Saya tidak menyadari betapa tidak bahagianya saya, dan saya terus menerus makan,” tuturnya.

Berat badannya yang terus bertambah, membuat bepergian menjadi sulit. Dia seringkali merasa kelelahan, tidak bisa berjalan jauh, menaiki bukit dan tangga, dan juga menjadi objek perhatian orang-orang, akibat tubuhnya yang besar. “Saya merasa tidak nyaman,” kata Smith.

Pun dengan bepergian menggunakan pesawat. Tubuh Smith yang berukuran jumbo membuat dia terpaksa membeli tiket untuk dua orang, atau memilih duduk di bagian gang agar mendapat tempat yang lebih luas. “Saya juga selalu memilih duduk di belakang. Saya selalu jadi yang pertama naik ke pesawat agar orang lain tidak melihat saya membutuhkan dua sabuk pengaman,” ujarnya.

Tapi, itu sudah masa lalu. Kini Smith bisa bertualang dengan bahagia. Dia sudah mengunjungi Machu Picchu, Danau Garam di Bolivia, Air Terjun di Zambia, serta Tembok Besar China. “Tuhan tahu betapa saya merasa lega. Saya bisa kembali jalan-jalan tanpa harus khawatir akan berat badan,” tambah Smith. (les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK