Busana Muslim Indonesia Unjuk Gigi di London Fashion Week

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Minggu, 14/02/2016 01:10 WIB
Busana Muslim Indonesia Unjuk Gigi di London Fashion Week Koleksi Dian Pelangi di Jakarta Fashion Week 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk kali pertama, Indonesia berkesempatan tampil di runway salah satu pagelaran mode utama dunia, London Fashion Week (LFW). Rencananya, Indonesia yang diwakili oleh desainer modest wear seperti Dian Pelangi, Zaskia Sungkar, Jenahara, Vivi Zubedi, dan Restu Anggraini akan tampil di International Fashion Showcase (IFS) yang merupakan bagian dari LFW.

Untuk tampil di IFS, keempat desainer tersebut digandeng oleh peritel online hijab terkemuka, HijUp.com.

"Beberapa saat lalu saya bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron saat ia datang ke Indonesia. Cameron sangat kagum dengan toleransi beragama di Indonesia dan kemudian British Council mengajak kami untuk ikut International Fashion Showcase London Fashion Week," kata Diajeng Lestari, CEO HijUp.com saat jumpa media di kantor British Council di Jalan Senopati Raya, Jakarta Selatan, belum lama ini.


Bukan tanpa alasan Diajeng memilih empat desainer busana muslim Indonesia itu dalam salah satu rangkaian London Fashion Week. Keempat desainer itu merupakan hasil kurasi yang dilakukan tim HijUp.com bekerja sama dengan Carri Munden, seorang direktur seni, penata gaya dan perancang busana di London.

Menurut Diajeng, pihak LFW meminta desainer yang akan tampil sesuai dengan standar internasional yang sudah ditetapkan, baik dari segi kualitas karya maupun konsep. Proses kurasi ini membutuhkan waktu kurang lebih sebulan. Keinginan Diajeng untuk menggandeng banyak desainer busana muslim Indonesia lainnya juga terkendala ketersediaan alokasi pada acara tersebut.

Ada empat tema yang diwakilkan oleh masing-masing desainer dan menggambarkan elemen bumi. Dian mewakili tema api, Restu mewakili air, Jenahara mewakili cahaya, serta Zaskia kebagian tema angin. Keempat tema tersebut diaplikasikan pada masing-masing rancangan dasar para desainer. Rencananya, masing-masing desainer ini akan membawa dua karya yang kemudian ditampilkan dalam satu pagelaran.

"Tahun ini pertama kalinya hijab tampil di top 4 fashion week seperti London, Paris, Milan, dan New York. Dan Indonesia dipercaya untuk membawa itu," kata Dian Pelangi.

Dian akan membawakan dua koleksinya bernama ‘co-identity’ yang merupakan kolaborasi bersama dua mahasiswa desain asal London. Kedua mahasiswa London itu belajar membatik di Pekalongan dan kemudian bersama Dian membentuk sebuah motif baru. Untuk IFS LFW sendiri, Dian menggunakan citra api yang berani dengan memainkan warna serta motif.

Warna yang dipilih Dian untuk ditampilkan bukan merah seperti kebanyakan api, melainkan hitam dan abu-abu, seperti jelaga yang dikombinasikan dengan motif lidah api merah. Desain tersebut akan diterapkan Dian pada bahan yang mengkilap agar menguatkan kesan 'on fire'. Ia pun tak ketinggalan menyelipkan kain tradisional seperti tenun, batik, dan jumputan.
Koleksi Zaskia Sungkar di Jakarta Fashion Week 2015. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Sedangkan Zaskia Sungkar akan menampilkan koleksi dengan unsur angin, yang diwujudkan melalui bahan ringan hingga punya efek tertiup angin saat dibawa berjalan di runway. Zaskia mengaku tak meninggalkan identitas karyanya yang simple, struktural, dan bermain dengan gaya monokromatis. Istri Irwansyah ini pun mengaku juga akan menggunakan kain tradisional seperti batik, tenun, dan songket Bali.

"Tema air sesuai dengan DNA dari Etu sendiri. Air kan membawa manfaat bagi orang banyak dan Etu untuk wanita karier yang bermanfaat bukan cuma untuk keluaganya tapi juga lingkungan." papar Restu Anggraini, desainer label Etu.

Restu akan menggunakan teknik smoking yaitu berupa satu teknik dengan dua pattern. Ia pun juga akan menggunakan bahan yang ramah lingkungan seperti linen, dengan harapan mode tidak hanya dilihat dari segi materil namun juga harus memperhatikan lingkungan. Ia juga mengakui tidak akan terlalu jauh dari ciri khas Etu dengan hijab yang simple dan bermain dengan pattern.

Dalam kesempatan itu, sayangnya Jenahara berhalangan untuk hadir. Tapi Jenahara yang terkenal dengan tema simple dan modern modest wear disebutkan berjanji menggunakan bahan gabardin dengan aksesori penuh dengan payet lalu ditaburi kristal Swarovski, untuk menguatkan tema yang ia dapat yaitu cahaya.

International Fashion Showcase London Fashion Week sendiri dijadwalkan berlangsung pada 19 hingga 23 Februari berupa pagelaran mode dari berbagai negara yang mewakilkan mode unggulannya masing-masing. Dalam London Fashion Week sendiri, Dian dijadwalkan akan menggelar pagelaran mode dengan menampilkan 24 koleksi.

Selain showcase, Indonesia juga mengirimkan perwakilan busana santun dalam diskusi blogger internasional yang ada di dalamnya. Indonesia mengirim Vivi Zubaidi dengan koleksi abaya kontemporer berdetail sulam berpayet.
Koleksi ETU di Japan Fashion Week. (JAPAN FASHION WEEK ORGANIZATION)
(les/les)