Dua Dekade Puteri Indonesia dan Dampaknya bagi Pariwisata

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Sabtu, 20/02/2016 10:45 WIB
Dua Dekade Puteri Indonesia dan Dampaknya bagi Pariwisata Kezia Roslin Cikita Warouw dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Puteri Indonesia tahun ini telah terpilih. Kezia Roslin Cikita Warouw asal Sulawesi Utara berhasil memenangkan mahkota simbol wanita paling cantik di Indonesia, sekaligus menjadi puteri ke-20 dalam sejarah kontes kecantikan tertua di Indonesia itu.

Puteri Indonesia dihadirkan pertama kali pada 1992 dengan tujuan menjadi duta Indonesia dalam kegiatan internasional dan ikut serta memajukan komoditas ekspor, pariwisata, serta budaya Indonesia.

"Puteri Indonesia itu kan citra, kita semua perlu branding, muka, atau kepala yang menjadi simbol. Ketika pemenang Puteri Indonesia muncul dan dilengkapi, dibimbing, dan diberi jalurnya maka ia akan simbol bagi Indonesia," kata Choky Sitohang, pembawa acara televisi sekaligus public speaker yang mengisi materi komunikasi finalis Puteri Indonesia saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, usai malam final Puteri Indonesia di Jakarta Convention Centre, pada Sabtu (20/2) dini hari.


Peran Puteri Indonesia, menurut Choky, menjadi cukup penting bagi Indonesia. Branding pariwisata Indonesia yang dirasa kurang maksimal menjadi tugas kita bersama, termasuk Puteri Indonesia, demi mewujudkan cita-cita 12 juta wisatawan asing menyinggahi Indonesia pada 2016.

Menurut Choky, di luar negeri masing-masing negara berlomba mengenalkan negerinya melalui kontes kecantikan seperti Puteri Indonesia, Miss Universe, dan sebagainya.

Sosok cantik yang dapat berbahasa asing masih dilihat sebagai citra ideal mengenalkan sebuah negara dan pariwisata lokalnya kepada dunia. Dengan harapan, publik dunia akan merasa sosok brain, beauty, behavior yang ditampilkan oleh para "Miss' ini akan mencerminkan keramahan dan keindahan dari negeri yang diwakilinya.

Sebagai bagian dari ajang Puteri Indonesia serta duta Indonesia dalam berbagai ajang internasional, Elvira Devinamira merasa keberadaan Puteri Indonesia sudah memberikan pengaruh terhadap pariwisata Indonesia. Elvira sendiri pernah masuk dalam 15 besar finalis Miss Universe dan memenangkan Best National Costume.

"Peran Puteri Indonesia pasti sudah efektif, karena banyak yang diberi oleh Puteri Indonesia untuk Indonesia di ajang internasional. Indonesia menang beberapa kostum nasional terbaik yang sebenarnya itu peningkatan dan mempertahankannnya di ajang internasional. Itu peluang promosi dan di sisi lain ikut membanggakan Indonesia," kata Elvira, Puteri Indonesia 2014, ketika ditemui CNNIndonesia, usai penganugerahan Kezia Roslin sebagai Puteri Indonesia 2016.

Indonesia sendiri memiliki rentetan prestasi di bidang kontes kecantikan dunia. Selain Elvira, pada 2015, Anindya Kusuma Putri pun sukses mempertahankan posisi Indonesia di 15 besar Miss Universe 2014.

Sedangkan di ajang Miss Supranational 2015 di Polandia, Puteri Pariwisata 2015 atau Runner-Up 2 Puteri Indonesia 2015 Gresya Amanda Maaliwug berhasil membawa gelar Best National Costume dengan tema Mystical Toraja karya Dynand Fariz.

Tapi ternyata kondisi alam dan anggunnya Puteri Indonesia belum menarik publik internasional seutuhnya untuk menyinggahi Indonesia. Ini terlihat dari kunjungan wisatawan manca negara setiap tahunnya ke Indonesia naik tidak signifikan.

Berdasarkan data perkembangan wisatawan manca negara yang masuk ke Indonesia milik Kementerian Pariwisata, kenaikan bervariatif tapi tak pernah lebih dari sepuluh persen.

Pada 2011, hanya terjadi kenaikan 9,2 persen dibanding 2010. Kemudian sedikit menurun pada 2012, hanya naik 5,1 persen atau sekitar 394 ribu dibanding sebelumnya, 7,6 juta wisatawan. Pada 2013, jumlah wisatawan meningkat kembali sebesar 9,4 persen, dan pada 2014 menurun kembali menjadi 7,1 persen atau hanya bertambah 633 ribu dibanding sebelumnya.

Sedangkan pada 2015, Kementerian Pariwisata mengaku berhasil mendatangkan sekitar 9,181 juta wisatawan asing masuk ke Indonesia. Jumlah tersebut bertambah sekitar 214 ribu atau 2,3 persen dibanding 2014, sekitar 8,9 juta wisatawan.

Masih memiliki capaian di bawah sepuluh persen, Menteri Pariwisata Arief Yahya justru menaikkan target capaian 2016 menjadi 12 juta, dengan pertumbuhan rata-rata delapan persen, maka diprediksi hanya dapat tercapai sekitar 9,9 juta wisman. Lantas, apakah promosi melalui para "Miss" selama ini berhasil meningkatkan pariwisata Indonesia?

"Puteri Indonesia sudah 20 tahun dan bagi saya ini bukan rutinitas biasa, ada kontribusinya bagi dunia wisata. Namun masa jabatannya kan hanya bahkan kurang dari satu tahun. Banyak hal yang perlu dipelajari, namun bagi saya, kembali lagi bagaimana ia memanfaatkan popularitas Puteri Indonesia," kata Choky yang setiap tahunnya hampir selalu memberikan pembekalan public speaking kepada finalis kontes kecantikan tersebut.

"Kementerian harus ikut, pemerintah provinsi harus ikut, pihak swasta harus mau mensponsori, dan dari Yayasan Puteri Indonesia sendiri masukan dari saya adalah harus terbuka. Terbuka dalam hal bekerja sama, berkolaborasi dan cari prioritasnya, terutama yang besar. Karena kontes Puteri Indonesia ini bukan lokal, ini skala nasional, itu yang harus digunakan."

Choky menegaskan tugas promosi wisata bukan semata menjadi beban bagi Puteri Indonesia. Promosi pariwisata Indonesia disebut Choky adalah tugas kolektif yang memang membutuhkan imej dalam penyampaiannya. Choky menilai ketika semua pihak dapat bersinergi, maka satu tahun jabatan Puteri Indonesia akan menjadi potensi yang luar biasa bagi dunia pariwisata Indonesia.

(end/vga)