Ribuan Peziarah di Larantuka Ikuti Prosesi Cium Tuan

Megiza, CNN Indonesia | Kamis, 24/03/2016 18:12 WIB
Ribuan Peziarah di Larantuka Ikuti Prosesi Cium Tuan Peziarah menunggu Ibadah Sabda mencium Tuan Ma. Larantuka, NTT, Kamis, 24 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Larantuka, Nusa Tenggara Timur, CNN Indonesia -- Dua kapel yang menjadi sebagian simbol kota Larantuka, Nusa Tenggara Timur, Kapel Tuan Ma dan Kapel Tuan Ana didatangi ribuan umat Katholik, hari ini.

Ritual pembukaan kapel oleh keturunan Kerajaan Larantuka pada hari yang disebut dengan Kamis Putih ini, tak hanya diisi dengan mengaji, namun juga sebuah tradisi bernama Cium Tuan.

Prosesi Cium Tuan Ma dan Cium Tuan Ana yang dilakukan sejak pukul 10.30 WITA itu dibuka dengan ibadah sabda. Didampingi Confreria atau sosok yang disebut-sebut sebagai Laskar Maria, Keturunan Raja Larantuka Don Lorenzo III yakni Don Andre III Martinus Diaz Viera de Godenho (DVG) membuka ritual Upacara Tuan Muda.


Upacara tersebut merupakan bentuk dari memudakan kembali patung Mater Dolorosa oleh para Confreria atau Pesadu yang telah disumpah.

Setelah Upacara Muda Tuan itulah pintu-pintu kapela kemudian dibuka dan umat Katholik yang datang diberikan kesempatan untuk bertatap muka dengan Mater Dolorosa.

Dalam bagian tradisi Semana Santa atau Pekan Suci di Larantuka, pertemuan umat dengan Mater Dolorosa yang telah setahun tak menampakan diri itu diartikan sebagai sebuah kunjungan devosional penuh tobat,ungkapan syukur dan harapan.

Ribuan jemaat bergilir untuk menunggu perjumpaan yang dianggap sebagai bentuk ungkapan kerinduan itu. Sebuah kecupan yang diberikan jemaat kepada Tuan Ma, yang disebut dengan Cium Tuan itu, menjadi penutup perjumpaan.

Sebelum para peziarah atau umat Katholik Larantuka menjejakkan tangga kapel, prosesi Cium Tuan Ma terlebih dulu dilakukan oleh Presidenti Confreria, Raja Ama Koten dan keluarga, Tuan Mardomu Pintu Tuan Ma dan para ketua suku-suku Semana dan Perangkat Kapela.

Di bawah teriknya panas matahari, deretan-deretan peziarah terus berdatangan ke kapel. Tak hanya dari warga Larantuka, namun para pendatang yang ingin merasakan wisata religi di kota yang punya julukan sebagai kota Reinha Rosari itu juga setia dan rela berpanasan demi mencium Tuan Ma.
Peziarah mengantre masuk ke dalam Kapela Tuhan Ma untuk melakukan ibadah pada upacara Kamis Putih di Larantuka, Flores Timur, NTT, Kamis, 24 Maret 2016. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Seperti yang diakui oleh Dwika Siswanto, 67, warga Parakan, Temanggung yang mengaku tak masalah terjemur matahari demi berjumpa dengan Mater Dolorosa.

"Saya ke sini selain untuk ibadah, saya penasaran juga karena waktu ditayangin di televisi acaranya terasa sakral sekali," kata Dwika yang sudah membeli paket perjalanan wisata religi di Larantuka sejak enam bulan lalu.

Sore ini, pintu Kapel Tuan Ma dan Tuan Ana dipastikan akan tertutup sementara. Para peziarah bakal mengikuti misa Perjamuan Terakhir Yesus yang diadakan malam hari nanti di Gereja Kathedral Larantuka. (les)