Rage Yoga, Yoga Sambil Mengumpat dan Minum Bir

Endro Priherdityo , CNN Indonesia | Selasa, 29/03/2016 08:52 WIB
Rage Yoga, Yoga Sambil Mengumpat dan Minum Bir Ilustrasi yoga. (Thinkstock/shironosov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bila biasanya yoga identik dengan ketenangan dan kedamaian, maka yoga jenis ini akan sangat berbeda dengan yoga pada umumnya. Ditemukan oleh Lindsay Istace, yoga ini bernama rage yoga. Seperti namanya, yoga ini penuh dengan amarah.

Istace yang berdomisili di Calgary, Kanada ini menggabungkan gerakan yoga umum dengan umpatan, gerakan yang ofensif, bahkan bir, untuk mengeluarkan berbagai amarah para peserta kelas yoga miliknya.

"Dari pada melakukan namaste di akhir kelas, kami benar-benar meneriakkan kata-kata umpatan," kata Istace. "Ini cukup menyenangkan karena saya memiliki ruangan yang penuh dengan orang meneriakkan F-word,"

Bila kebanyakan orang menganggap hal itu seperti membiasakan menghujat, namun Istace berdalih bahwa tindakannya adalah sebuah terapi. Hal ini berdasarkan pengalaman pribadinya sendiri.

Kala itu Istace tengah berada dalam kondisi galau sehabis putus cinta. Rasa sakit hati yang ia rasakan coba disembuhkan melalui yoga. Namun alih-alih mendapat kedamaian, Istace justru merasa sangat tidak nyaman dengan ketenangan yang ada di dalam kelas yoga saat itu.

"Suasananya sangat datar dan pendekatan itu tidak cocok dengan kondisi saya. Dan saya tidak tahu bagaimana kemudian saya berubah," kata Istace ketika diwawancara oleh CBC.

"Saya ingin menciptakan praktik yang saya nyaman di dalamnya, dan saya tahu saya tidak sendirian. Ketika Anda menciptakan sebuah ruang untuk dirimu sendiri untuk marah dan teriak, menyumpah, dan menjerit, itu membuat Anda menjadi lebih sulit untuk jadi serius, sangat cepat berubah dari marah menjadi tertawa," katanya.

Menurutnya, praktik yoga tersebut sangat sesuai dengan dirinya sehingga ia memutuskan untuk membagi kepada orang lain melalui sebuah kelas yoga. Kelas yoga yang ia dirikan ternyata menarik orang-orang berdatangan, terutama karena diadakan di sebuah pub.

Collen Trumble, salah seorang murid dalam rage yoga ini merasa bahwa kelas yoga sembari memaki tersebut jauh lebih santai dibandingkan yang lain. Ketika seseorang jatuh dari sebuah gerakan yoga, lanjutnya, ia akan bisa tertawa dibandingkan malu karena tidak 'selentur' murid yang lain.

"Ketika Anda tertawa, Anda tidak akan merasa bersalah karena mengganggu ketenangan kelas tersebut. Di kelas Lindsay, pose yoga lebih mudah untuk dilakukan dan saya merasa dapat melakukannya," kata Trumble.

Namun kelas yoga Istace ini tidak diterima oleh semua orang. Ia mengakui beberapa guru yoga tidak menyukai cara yoga yang ia lakukan, terutama berkaitan dengan sumpah serapah dan bir.

Tapi Istace tidak merasa protes orang sebagai sebuah masalah. Bagi Istace, semua orang berhak berpendapat dan ia pun hanya berkeinginan memberikan alternatif kepada orang lain yang tidak nyaman dengan ketenangan studio yoga.