Studi tersebut menemukan bahwa rata-rata harapan hidup pengidap diabetes tipe 1 adalah 68,6 tahun atau lebih rendah 12,2 tahun dari mereka yang tidak mengidap diabetes.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diabetes tipe 1 merupakan jenis penyakit autoimun permanen yang umumnya terjadi pada anak-anak. Penyakit ini ditandai dengan tubuh yang tidak lagi memproduksi insulin.
Penyebab terjadinya diabetes tipe 1 masih belum jelas. Namun peneliti yakin, hal ini disebabkan oleh genetik. Kontras dengan diabetes tipe 2 yang sebagian besar dipengaruhi oleh gaya hidup.
“Penelitian menunjukkan bahwa diabetes cenderung berpengaruh terhadap kematian dini,” demikian kesimpulan studi yang diterbitkan di jurnal Diabetologia.
Lebih lanjut, studi itu menyebutkan bahwa diabetes tipe 1 menimbulkan penyakit kronis lainnya seperti penyakit jantung dan kardiovaskular, endrokrin serta metabolik, yang berkontribusi pada kematian lebih cepat.
“Penyakit-penyakit turunan dari diabetes ini harus lebih diwaspadai untuk mencegah kematian prematur,” tulis studi tersebut.
Terapi tersebut telah dilakukan di Australia, Norwegia serta Swedia dan penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan harapan hidup bagi penderita diabetes tipe 1, jika risiko komplikasi dari penyakit kardiovaskular ditekan.
“Manajemen risiko penyakit kardiovaskular merupakan bagian yang integral dari perawatan diabetes. Hal ini berarti terapi kontrol gula darah bukan jadi satu-satunya teknik perawatan diabetes tipe 1,” tutur Dr Lars Stene, dari Norwegian Institute of Public Health di Oslo, yang tidak terlibat dalam penelitian. (les)