WHO Keluarkan Peringatan Wabah Demam Kuning

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Rabu, 27/04/2016 17:27 WIB
WHO Keluarkan Peringatan Wabah Demam Kuning Nyamuk Aedes aegypti menjadi penyebab wabah demam kuning yang merebak di Angola. (Thinkstock/AbelBrata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Demam kuning kini tengah mewabah di Angola. Setidaknya 258 orang tewas dan sekitar 1.975 orang terduga mengidap penyakit yang ditularkan lewat nyamuk itu, sejak wabah tersebut merebak pada Desember 2015.

Penyakit tersebut berkembang menjadi wabah terburuk dalam beberapa dasawarsa terakhir.

Oleh karena itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan adanya wabah tersebut dan mengimbau masyarakat dunia untuk sementara menghindari berkunjung ke Angola.

Demam kuning ditularkan lewat nyamuk Aedes aegypti, yang juga merupakan vektor virus Zika dan demam berdarah.


Mengutip Reuters, selain Angola, kini demam kuning sudah menyebar ke Republik Demokratik Kongo (DRC), dan setidaknya 11 kasus demam kuning telah dibawa masuk ke Tiongkok oleh orang-orang yang baru datang dari Angola.

"Kasus demam kuning yang terkait dengan wabah ini telah dideteksi di negara-negara lain di Afrika dan Asia," kata direktur jendral WHO Margaret Chan, Rabu (27/4).

“Kami mendesak dengan keras bagi mereka yang berkunjung ke Angola untuk melakukan vaksinasi demam kuning dan membawa sertifikat yang sah," katanya.

Kantor wilayah WHO untuk Afrika pekan lalu mengatakan bahwa demam kuning yang menjangkiti orang-orang yang pulang dari Angola, telah dilaporkan di Tiongkok (11 kasus), DRC (10 kasus dengan 1 di Kinshasa) dan Kenya (2 kasus).

Disebutkannya bahwa tiga kasus lagi juga dilaporkan di Uganda, namun ketiga pasien tersebut tidak memiliki catatan bepergian ke Angola.

"WHO bekerja sama dengan negara-negara tetangga seperti DRC, Namibia, dan Zambia untuk meningkatkan pemantauan lintas-batas dengan Angola dan pertukaran informasi untuk mencegah dan mengurangi penyebaran infeksi," katanya.

Jack Woodall, pakar demam kuning yang sebelumnya bekerja untuk WHO dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS mengatakan, ia khawatir wabah itu bisa menyebar dengan cepat di sepanjang rute kendaraan utama dari DRC ke ibukota Uganda, Kampala.

"Pemantauan rute perdagangan ini harus diintensifkan dan vaksinasi untuk warga yang tinggal di sepanjang rute itu harus menjadi prioritas," katanya.

Juru bicara WHO di Jenewa mengatakan program vaksinasi nasional yang dimulai pada Februari di Angola telah menjangkau 7 juta orang.

Namun, pakar memperingatkan bahwa persediaan vaksin demam kuning dunia berada dalam tekanan hebat akibat wabah tersebut. Beberapa pakar menyerukan perubahan strategi yang radikal untuk menggunakan sepersepuluh dari dosis normal dan bertujuan menjangkau lebih banyak orang.

(ANTARA/les)