Pipa bir tersebut memang ada di dunia. Lebih tepatnya akan mulai di bangun di Bruges, kota kuno di Belgia. Rencananya pipa sepanjang 3,2 kilometer di bawah tanah Bruges, akan diisi dengan bir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa kami adalah yang pertama kali melakukan ini di dunia," kata Xavier Vanneste, anggota keluarga De Halve Maan Brewery, yang telah menjalankan bisnis bir selama lebih dari 160 tahun.
"Kami ingin menjaga pabrik pembuatan bir tradisional di Bruges, dan karenanya kami membutuhkan jalur pipa," kata Vanneste.
Rencananya, pipa sepanjang 3,2 kilometer tersebut akan mengalirkan 40 ribu liter bir per jam selama 24 jam dari De Halve Maan Brewery di tengah kota hingga siap untuk dibotolkan.
Ide ini didukung oleh banyak pihak di kota warisan dunia UNESCO tersebut, yang memang tergolong kota dengan penduduk penggemar bir.
Keberadaan pipa bir memang sempat memunculkan harapan warga dapat memperoleh bir langsung di keran rumah mereka masing-masing. Namun karena tidak memungkinkan melakukan tersebut, Vanneste memberikan alternatif lainnya.
Vanneste mulai menggalakkan kampanye pendanaan terhadap proyek senilai US$4,5 juta atau Rp5,9 miliar ini. Ia menjanjikan ‘jatah’ bir bagi yang terlibat dalam proyek ini.
Tawaran tersebut langsung disambut oleh Philippe Le Loup, pemilik restoran Poules Moules. Le Loup menyumbang US$11 ribu atau Rp146 juta, dan sebagai ganjarannya ia mendapatkan bir gratis seumur hidup.
"Saya sangat suka bir," katanya. "Saya minum setiap hari."
Terkait masalah keamanan, Vanneste sangat yakin pipa berisi bir incaran seisi kota tersebut aman. Saking amannya, ia yakin tak ada yang dapat bahkan untuk sekadar menyentuh pipa yang ditanam jauh di bawah tanah tersebut. (les)