Transplantasi Penis Pertama di Amerika Sukses Dilakukan

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 18/05/2016 00:32 WIB
Transplantasi Penis Pertama di Amerika Sukses Dilakukan ilustrasi (Pexels/Wesley Wilson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Transplantasi organ adalah salah satu hal umum di dunia kedokteran. Tujuannya untuk mempertahankan kehidupan seseorang.

Biasanya, transplantasi organ yang kerap dilakukan adalah transplantasi jantung, ginjal, dan juga hati. Namun bagaimana dengan transplantasi penis?

Seorang pria berusia 64 tahun menjadi orang pertama di Amerika yang sukses menjalankan prosedur transplantasi penis. Prosedur ini dilakukan di Massachusetts General Hospital di awal bulan Mei.


Pria bernama Thomas Manning ini berasal dari Halifax, Massachusetts. Manning harus menjalankan transplantasi tersebut karena penisnya diamputasi tahun 2012. Amputasi harus dilakukan karena dia didiagnosa mengalami penile cancer (kanker penis).

Mengutip Huffington Post, menurut keterangan dari dokter yang merawatnya, Manning menjalani operasi selama 15 jam di Massachusetts General Hospital di Boston.

Dokter mengatakan prosedur operasi ini termasuk penting karena menyangkut soal psikologis seseorang yang kehilangan organ intimnya.

"Kami sangat berharap bahwa teknik rekonstruksi ini akan memungkinkan kami untuk bisa meringankan penderitaan dan keputusasaan orang yang mengalami cedera geniturinari. Kehilangan organ intim ini bahkan sering membuat mereka berpikir untuk bunuh diri," kata Dr Curtis Cetrulo, salah satu dari dua ahli bedah yang melakukan prosedur ini, dalam pernyataannya.

Dalam pernyataan yang sama, Manning mengucapkan terima kasih kepada para dokter. Dia juga berharap bahwa pasien lainnya yang membutuhkan operasi serupa bisa lebih mudah menerima donasi organ.

"Hari ini saya memulai babak baru yang penuh dengan harapan pribadi dan juga orang lain yang mengalami luka genital," kata Manning.

Di dunia sendiri, prosedur transplantasi penis di Amerika ini bukanlah yang pertama kalinya. Dokter di Afrika Selatan adalah dokter yang pertama kali berhasil melakukannya di dunia. Operasi di tahun 2014 ini dilakukan terhadap seorang pria 24 tahun yang penisnya harus diamputasi karena gagal sunat. (chs/chs)