Kreasi Kopi Paling Unik yang Buat Media Sosial Anda 'Bahagia'

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 25/05/2016 18:54 WIB
Kreasi Kopi Paling Unik yang Buat Media Sosial Anda 'Bahagia' Coffee in a cone (Dok. edition.cnn.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecintaan orang-orang terhadap kopi nyatanya makin lama makin besar. Bukan cuma soal varian rasa yang diperbanyak, tapi juga kemasan unik.

Sekarang ini banyak orang sudah mencari banyak bentuk baru dari kopi yang nikmat. Pecinta kuliner tak cuma menikmati kopi dari segi rasa, tapi juga tampilan cantiknya.

Mengutip Lonely Planet, 'formasi' kopi paling ambisius sekarang ini adalah kopi dalam corong es krim. Kemasan kopi yang unik ini dianggap sebagai salah satu tren yang paling populer saat ini di media sosial.


Tren kopi saat ini mulai ramai dengan tagar #coffeeinacone. Tagar tersebut meramaikan dunia maya dengan beredarnya foto-foto unik dari kopi yang disajikan dalam cone es krim. Ada banyak foto-foto tangan sedang memegang kopi cone di seluruh dunia.

Sebagai gambaran, kopi yang sedikit kental dengan tambahan buih putih di atasnya disajikan dalam kerucut es krim yang renyah. Agar kerucut es krim ini tak mudah basah dan bocor, cone es krim ini dilapisi lelehan cokelat dengan drizzle cokelat putih di atasnya. Tak lupa setelah kopinya dituang dalam cone, ditambahkan sentuhan latte art di atasnya.

Gemparnya tren kopi dalam cone ini berawal dari Afrika Selatan. Semuanya dimulai oleh Dayne Levinand, seorang barista yang tinggal di Brasil, Australia, dan Los Angeles sebelum kembali ke Johannesburg pada Januari 2016.

Dengan keahliannya di digital marketing, Levinand punya ide untuk membuat ide spesifik yang bakal booming di media sosial.

"Johannesburg punya pesaing di sektor kopi. Tapi ini bukan masalah dari sisi kopinya. Dari penelitians aya di Australia, saya tahu kalau ke mana arah pasar akan bergerak," kata Levinand kepada CNN.

Dia pun memutuskan untuk menggabungkan tiga hal yang paling disukai orang, yaitu kopi, es krim, dan cokelat. Dia pun menciptakan cone wafer yang bisa diisi kopi di dalamnya. Akhirnya lahirlah tren yang dikenal dengan coffee in a cone.

"Kami menggunakan cone sebagai untuk menjadi sebuah produk yang Instagramable. Ketika orang datang mereka akan berselfie dan memberikan tag coffeeinacone."

Namun percobaan pertama untuk membuat coffee in a cone ini tidaklah mulus. Semuanya berubah jadi bencana. Cone yang dibuatnya terlalu tipis sehingga kopinya pun merembes keluar dan mengalir sampai ke jari.

Akhirnya Levinand memutuskan untuk membeli mesin pembuat cone wafer. Dia juga bereksperimen dengan cokelat, es krim dan ketebalan cone untuk mendapatkan ketebalan yang sempurna.

Usahanya tak sia-sia, dia akhirnya berhasil membuat cone es krim yang tebal dan tak bocor. Untuk menciptakan cone antibocor ini dia menggunakan empat tipe lapisan cokelat yang berbeda untuk pelapis. Dia juga menambahkan bubuk cokelat untuk membuat cone agar tak mudah bocor.

Namun, coffee in a cone ini tetap saja tak bisa dinikmati sambil nongkrong. Anda harus buru-buru menikmati kopi dalam cone ini. Kopi cone ini maksimal bisa dinikmati hanya dalam jangka waktu 10 menit saja. Kalau tidak, conenya akan sobek dan air kopinya bisa membanjiri tangan Anda.

Seiring populernya jenis kopi ini, Levinand sudah mematenkan idenya ini.   (chs/chs)