Benang Merah 34 Tahun Karya Biyan

Adhi Wicaksono, CNN Indonesia | Kamis, 02/06/2016 19:18 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Biyan Wanaatmadja menghadirkan pergelaran busana tunggal tahunan. Bertajuk 'Benang Merah', Biyan merangkai 34 tahun perjalanannya sebagai desainer.

Selalu ada yang istimewa saat menyaksikan koleksi Biyan Wanaatmadja di atas catwalk, seperti yang dia lakukan saat menggelar fashion show tahunan di Segara Ballroom, Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Rabu (1/6). 
Tahun ini, Biyan mengusung tajuk 'Benang Merah'. Itu merupakan restropeksi seluruh perjalanan Biyan selama berkiprah sebagai desainer. 
Disebut 'Benang Merah' karena Biyan merangkum 34 tahun perjalanannya sebagai desainer, dari suka, duka, kesuksesan, hingga kegagalan. 
Kendati tak semua tentang cerita indah, Biyan tetap bisa mengemasnya dalam pertunjukkan yang cantik. Koleksi bajunya pun tetap elegan, klasik dan feminin, dengan sentuhan Biyan yang sangat khas.
Semua berpadu dengan gaya tabrak motif, potongan deskonstruktif, detail bordir, sulam, jalinan payet dan untaian kristal yang diramu sedemikian sehingga berkesan eksotis. 
Jika dilihat lebih detail, banyak ciri dan sentuhan Indonesia dalam karya Biyan, seperti potongan garis kebaya, baju kurung, baju bodo, serta motif yang sekilas mirip batik. 
Tahun ini Biyan lebih banyak bermain warna. Berbeda dengan koleksi sebelumnya yang didominasi palet pastel, kali ini Biyan mempersembahkan kombinasi warna merah, biru, hitam, putih, serta emas. 
Terdapat 102 koleksi yang dipersembahkan di catwalk yang didesain bagaikan balairung kerajaan China kuno dengan pilar-pilar besar dan latar berwarna merah. 
Selain mempersembahkan koleksi tahunan, Biyan juga tidak lupa berbagi. Seluruh donasi yang terkumpul dari pergelaran busana itu disumbangkan ke tiga yayasan, yakni Komunitas Cinta Kasih, Kkottongnae Indonesia dan Fan Campus Indonesia.