Tes Darah Kini Bisa Deteksi Serangan Jantung

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 23/06/2016 15:35 WIB
Tes Darah Kini Bisa Deteksi Serangan Jantung Kini serangan jantung bisa dideteksi dengan menggunakan tes darah sederhana. (Thinkstock/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbicara mengenai penyakit, mencegah memang lebih baik daripada mengobati. Ada banyak cara mencegah berbagai penyakit kronis, salah satunya dengan beralih ke gaya hidup sehat dengan pola makan bernutrisi dan olahraga teratur.

Di sisi lain, teknologi medis juga bisa membantu mencegah terjadinya penyakit.

Kini, sebuah tes darah sederhana ternyata bisa mendiagnosis pasien yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung dalam lima tahun ke depan.


Ditengah banyaknya pasien yang sudah dipindai dan diuji untuk tanda-tanda masalah jantung, para ilmuwan kini selalu mencari cara yang lebih murah dan lebih efisien untuk menyoroti ancaman.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa immunoglobin antibodi atau yang disebut G (lgG), dapat mencegah serangan jantung, bahkan jika kadar kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Studi yang dilakukan selama lima tahun ini, melihat bahwa pasien dengan tingkat terendah dari antibod lgG, memiliki risiko tertinggi terkena serangan jantung. Sementara, mereka yang memiliki lgG dengan tingkat tinggi, memiliki sedikit kemungkinan untuk menderita penyakit kardiovaskular.

Para peneliti yang berasal dari Imperial College London dan University College London mempelajari lebih dari 1700 orang pada risiko serangan jantung.

Dilansir dari Mirror, temuan mereka ini memungkinkan dokter untuk lebih efisien dalam mengidentifikasi pasien rentan serangan jantung yang perlu dipantau lebih dekat. Jika tes darah menunjukkan rendahnya tingkat lgG, pasien dapat segera diberikan terapi pencegahan sebelum kondisi mereka semakin parah.

"Jika kami bisa lebih baik dalam memilih pasien yang tepat, yang membutuhkan pemantauan ketat dan terapi preventif, kami pasti bisa mencegah penyakit jantung yang mengarah ke serangan jantung," kata Dr Ramzi Khamis dari National Heart and Lung Institute.

Khamis pun menambahkan, bahwa dia dan tim peneliti berharap bahwa temuan baru ini dapat digunakan untuk mempelajari faktor-faktor yang menyebabkan beberapa orang untuk memiliki sistem kekebalan tubuh yang membantu melindungi dari serangan jantung.

"Kami juga berharap untuk mengeksplorasi cara-cara memperkuat sistem kekebalan tubuh untuk membantu dalam melindungi dari penyakit jantung," katanya. (les)