Waktu Makan Lebih Penting Dibanding Jenis Makanan

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Kamis, 23/06/2016 18:20 WIB
Studi menyebutkan melewatkan waktu makan lebih berdampak buruk bagi kesehatan dibanding jenis makanan yang diasup. Selama ini masyarakat cenderung berpikir bahwa jenis makanan jauh lebih penting dibanding waktu makan. (Fuse/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Melewatkan waktu makan tak jarang dilakukan seseorang karena lebih mengutamakan tugas atau kepentingan lain. Alasan lainnya ialah karena belum merasa lapar, meski waktu makan yang tepat telah datang.

Padahal, meski belum lapar ataupun ada kepentingan lain, tubuh memerlukan asupan nutrisi dan energi agar rutinitas sehari-hari dapat berjalan dengan baik. Selain itu, dikatakan pula saat kondisi perut kosong, konsentrasi atau fokus pada satu hal akan berkurang.

Penelitian terbaru menyebutkan bahwa orang-orang yang melewatkan waktu makan, kurang sehat dibandingkan orang-orang yang makan tepat waktu.


Para penulis analisis efek gizi pada kebiasaan makan telah menyarankan bahwa waktu makan dan rekomendasi jenis makanan harus tertera dalam pedoman diet nasional.

Berdasarkan laporan Times, ilmuwan yang berasal dari Kings College London dan University of Sao Paulo mengatakan ingin melihat efek dari waktu makan yang tidak teratur, dan kemungkinan berkembangnya diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, dan obesitas.

Studi tersebut diterbitkan dalam British Journal of Nutrition.

Dosen ilmu gizi di King College London Dr Gerda Pot, mengatakan bahwa tampak ada beberapa kebenaran dari ungkapan 'sarapan seperti raja, makan siang seperti pangeran, dan makan malam seperti orang miskin', meski katanya hal ini memerlukan penelitian lebih lanjut.

“Pemahaman yang beredar di masyarakat saat ini, jenis makanan yang diasup jauh lebih penting daripada waktu makan. Padahal, itu sebaliknya," ujarnya dilansir Independent.

"Meski bukti menunjukkan makan lebih banyak kalori di malam hari dikaitkan dengan obesitas, kita masih jauh dari pemahaman apakah asupan energi harus merata di seluruh hari atau apakah sarapan harus berkontribusi besar porsi terbesar dari energi," tambahnya.

Bulan Mei lalu, tim yang sama melaporkan bahwa mereka telah menemukan tidak ada hubungan yang meyakinkan antara makan setelah pukul 8 malam dengan obesitas pada anak-anak. (les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK