Penyebab Rasa Nyeri Saat Menstruasi

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Jumat, 24/06/2016 11:02 WIB
Penyebab Rasa Nyeri Saat Menstruasi Nyeri menstruasi disebabkan oleh biomarker CRP yang juga berkaitan dengan peradangan dan serangan jantung. (Thinkstock/AndreyPopov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak sedikit wanita kerap mengalami keluhan rasa nyeri pada perut menjelang masa-masa menstruasi. Bahkan, terkadang tak hanya pada perut, sekujur tubuh pun terasa pegal-pegal dibanding biasanya.

Gejala yang sering disebut Pra Menstruasi Sindrom atau PMS ini, umumnya bisa diatasi dengan beristirahat. Namun tak jarang yang mengonsumsi obat pereda nyeri bila sakit menstruasi tak tertahankan.

Selama ini, rasa nyeri sebelum dan saat menstruasi dikaitkan dengan hormon. Namun, penelitian baru menyebutkan, ada pemicu khusus yang menimbulkan rasa nyeri selama menstruasi.


Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Kesehatan Wanita, menunjukkan PMS disebabkan oleh peradangan akut yang dipicu oleh biomarker, yang disebut C-reactive Protein (CRP).

Studi dilakukan terhadap 3.302 wanita dan menemukan keberadaan CRP dikaitkan dengan gejala PMS. Penelitian sebelumnya, CRP juga terkait dengan serangan jantung dan peradangan.

Penulis penelitian Dr Susan Kornstein, menyebutkan bahwa gejala pramenstrual, seperti kram perut, nyeri punggung, peningkatan nafsu makan, kembung, dan nyeri payudara, secara signifikan berhubungan positif dengan peningkatan hs-CRP, biomarker peradangan.

"Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor CRP terkait dengan setiap gejala pra menstruasi yang kompleks. Meskipun demikian dibutuhkan studi longitudinal lebih lanjut untuk meneliti hubungan ini," kata Kornstein dilansir dari Independent.

"Namun, kami merekomendasikan kepada perempuan untuk menghindari perilaku yang berhubungan dengan peradangan yang mungkin dapat membantu untuk pencegahan, dan anti-inflamasi berguna untuk pengobatan gejala-gejala ini," tambahnya

Kornstein mengatakan bahwa mayoritas wanita mengalami setidaknya beberapa gejala pramenstruasi.

"Mengenali secara inflamasi yang mendasari PMS akan membuka pintu untuk pengobatan dan pencegahan tambahan pilihan, serta menciptakan peluang baru bagi intervensi risiko jangka panjang," kata Kornstein.

Sekitar 80 persen wanita mengatakan mereka turut mengalami gejala PMS, di luar sakit perut, seperti migrain, kembung, mual, dan lesu. (les)