Main Ponsel dalam Gelap Picu Kebutaan Sementara

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Minggu, 26/06/2016 23:00 WIB
Dua orang perempuan di London mengalami kebutaan sementara. Ini terjadi karena mereka memainkan ponsel dalam ruang gelap. ilustrasi main ponsel (Pixabay/E1N7E)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pernahkah Anda menggunakan telepon pintar sebelum tidur dalam kondisi gelap? Bila pernah atau bahkan sering, maka ada baiknya berhati-hati.

Melansir Independent, dua wanita dilaporkan mengalami kebutaan sementara setelah sering menggunakan telepon genggam mereka dalam ruang gelap.

Keduanya sering melihat layar telepon genggam mereka sembari berbaring di tempat tidur. Parahnya lagi, mereka melihat ponsel hanya dengan satu mata mereka. Karena satu mata lainnya tertutup bantal.


Dalam New England Journal of Medicine, dokter menjelaskan wanita berusia 22 dan 40 tahun tersebut mengalami 'kebutaan smartphone sementara.' Kondisi ini akan dialaminya hingga berbulan-bulan.

Kedua wanita tersebut sebelumnya sudah mengeluh kepada dokter setelah mereka kerap kali mendadak tak bisa melihat. Kehilangan penglihatan ini terjadi selama 15 menit. Dokter pun sudah memeriksa keduanya dengan berbagai metode hingga MRI Scan dan tes jantung.

Menemukan hasil nihil, tim dokter sempat kebingungan. Namun saat spesialis mata turun tangan dan mempertanyakan kegiatan kedua wanita tersebut, maka misteri terpecahkan.

Dokter Gordon Plant dari Moorfield's Eye Hospital di London menjelaskan penyebab kedua wanita itu mengalami kebutaan sementara.

"Ketika satu mata melihat layar, ia akan menyesuaikan dengan cahaya dan mata lainnya yang tertutup akan menyesuaikan dengan kegelapan," kata Plant.

"Ketika keduanya melihat cahaya, mata yang terbiasa gelap akan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan seirama dengan mata yang melihat cahaya," lanjutnya.

Namun Plant mengatakan bahwa kebutaan sementara itu tidak terlalu berbahaya dan bisa dihindari. Solusinya menurut Plant adalah menggunakan kedua mata untuk melihat layar.

Anggapan Plant ternyata tak sepenuhnya disetujui. Menurut Rahul Khurana dari the American Academy of Ophthalmology, dua kasus yang terjadi tidak jadi cukup bukti menggunakan satu mata saat melihat layar gawai dalam gelap dapat sama berbahaya pada orang lain.

Ia bahkan menguji melihat layar telepon genggam dengan satu mata. Namun yang ia temukan adalah kesulitan melihat dengan jelas, sehingga ia ragu bahwa ada yang dapat melakukan tindakan tersebut dalam waktu lama. (chs/chs)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK