Lebaran Penuh Gaya dari Enam Desainer Indonesia

Agniya Khoiri, CNN Indonesia | Selasa, 28/06/2016 15:26 WIB
Lebaran Penuh Gaya dari Enam Desainer Indonesia Fashion Ramadan in Style karya DENSIS Deden Siswanto di Gandaria City, Jakarta, Jumat, 25 Juni 2016. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bisa tampil gaya, cantik, dan modis bagi perempuan adalah salah satu kebahagiaan tersendiri. Apalagi ketika menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Aneka busana muslim yang cantik dan sesuai tren pun siap menemani Anda di hari Lebaran. Lewat Ramadhan in Style, desainer Najua Yanti, Deden Siswanto, Hannie Hananto, Sofie, Dian Pelangi, dan Irna Mutiara memberikan beberapa inspirasi gaya busana.

Bertajuk 'Bella Baric', Najua Yanti menampilkan ragam busana muslim menggunakan konsep 'layer', Najua memberi enam koleksinya dengan warna-wana putih mengkilap, coklat, abu-abu, juga ungu muda.


Menggunakan bahan-bahan berwarna polos, Najua menyuguhkan ragam padu padan model busana muslim baik gamis dengan vest crop top. Dia juga memadukan atasan dengan jogger pants. Penambahan outer pada tampilannya menampilkan gaya tumpuk khas para hijabers saat ini.

Menampilkan enam koleksi untuk Lebaran, Hannie Hananto menyuguhkan busana muslim tetap dengan gaya kasual. Gaya kasual ini dituangkan dalam cutting busana kaftan dan abaya.

"Saya mau angkat kaftan kembali, sekarang muslimah cenderung pakai yang terusan panjang, saya pun coba kerudung syar'i pertama kali dengan busana panjang. Untuk bahan yang digunakan sifon, sebelumnya koleksi saya di Muffest lebih tepat untuk dipakai saat perjalanan atau mudik, tapi yang ini benar-benar untuk perayaannya, saat silahturahmi," ungkap Hannie kepada CNN Indonesia.

Fashion Ramadan in Style karya Hannie Hananto di Gandaria City, Jakarta, Jumat, 25 Juni 2016. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Pada koleksinya ini, dominan warna yang digunakan adalah monokrom, hitam dan putih. Namun, pada koleksi Hannie menonjolkan satu item yaitu memadukan busana panjang berwarna hitam dengan hijab syar'i berwarna merah terang. Sedangkan pada koleksi lainnya, Hannie memadukan gaya busana minimalis dengan aksen selendang crop top ataupun outer. Untuk menonjolkan gaya kasual yang diusungnya, Hannie memberi 'gimmick' topi untuk digunakan sebagai aksesoris pada hijab.

Gaya busana muslim dengan gaya kasual dan tumpuk ternyata juga digunakan oleh Sofie. "Koleksi saya ini kebanyakan main di styling saja.  Inspirasinya dari kaum urban sangat ready to wear. Saya ingin membebaskan calon pembeli dengan gaya sendiri, bisa dipadupadankan dengan apapun. Warna yang dipilih pun cenderung aman hitam, putih, dan abu-abu," ujarnya.

Di pertunjukkannya ini, Sofie membawa busana ready to wear dengan potongan loose dan asimetris dengan warna monokrom, yang menghasilkan gaya eklektik dan edgy.

Turut menampilkan enam koleksinya, Dian pelangi menyuguhkan sajian koleksi busana muslim yang memadukan warna-warna terang, seperti biru dengan putih, hijau dengan emas, merah muda dengan ungu, biru tosca dengan hitam, hingga biru tosca dengan hijau tosca. Menambah payet-payet pada koleksinya ini, Dian nampaknya hendak menghadirkan kemewahan saat Lebaran. Namun tampaknya si pemakai harus punya kepercayaan diri yang tinggi untuk memakainya, karena detail yang cukup heboh dengan warna-warna yang sudah sedemikian terangnya.
Fashion Ramadan in Style karya Dian Pelangi di Gandaria City, Jakarta, Jumat, 25 Juni 2016. CNN Indonesia/Safir Makki


Seolah meredam sedikit kilau terang busana Dian Pelangi, Irna Mutiara dengan Irna La Perle-nya mengangkat busana-busana muslim dengan warna yang lebih lembut ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Irna yang sedang menghadiri peragaan busana di Bandung, mengatakan koleksinya ini mengangkat tema 'purity', untuk menampilkan busana yang feminin dan elegan. Warna-warna yang digunakannya berupa warna pale lembut dengan detail mutiara.

"Inspirasinya dari pemandangan langit yang sering dilihat ketika di atas pesawat, semua bernuansa putih, namun tidak hanya putih bersih, kadang ada yang keabuan, kejinggaan, dan kebiruan. Bahan yang digunakan sifon silk, organdi silk, dan juga linen. Tekniknya ada yang dismock, membuat kain bertekstur atau berkerut , tapi ada juga yang aplikasi ornamen bahan," kata Irna.

Bertolak belakang dengan desainer busana muslim perempuan lain, desainer Deden Siswanto yang membawa label Densis ini tampil mengejutkan.  Alih-alih menampilkan koleksi busana muslim untuk Lebaran, Deden memilih memilih mengeluarkan enam koleksi busana muslim untuk pengantin.

"Saya ingin lebih melihat kondisi pasar yang dibutuhkan, karena setiap ke pesta pernikahan kebaya hanya ditambah manset dan jilbab. Tampilannya ketat. Mungkin memang semua wanita ingin tampak langsing tapi bisa diakali," ungkap Deden perihal pilihannya menghadirkan koleksi ini saat ditemui usai acara.

"Semua cuma polos dengan warna 'nude', namun tetap saya padukan dengan kain tenun atau batik. Ke depannya saya mau kolaborasi dengan make up artis pengantin, karena saya nggak mau melihat kebaya pakai manset, maunya pakai busana muslim tapi tetap dengan perhiasan, dan tradisi dari daerah masing-masing," tambahnya.

Berbagai model gaun pengantin muslim dengan ragam palet warna tersaji dalam koleksi yang dihadirkan Deden. Aksen pita pada setiap modelnya terikat manis di bagian pinggang gaun. Gaun berbahan satin disuguhkan Deden, dengan memadukan kimono dan dress panjang ditambah aksen brokat bunga disertai tile yang memberi kesan elegan. Dan sesuai dengan yang ia ungkapkan, dua dari enam koleksinya dipadukan dengan kain tradisional batik serta tenun untuk menambahkan nuansa tradisional pada gaun pengantin tersebut.



(chs)