Warga Jepang Keracunan 'Donat Detergen'

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 29/06/2016 03:40 WIB
Warga Jepang Keracunan 'Donat Detergen' Ilustrasi. (Thinkstock/Karandaev)
Jakarta, CNN Indonesia -- Donat yang baru keluar dari penggorengan pastilah menguarkan aroma lezat yang membuat air liur menetes. Namun apa jadinya bila donat yang dikonsumsi justru beracun?

Publik Jepang dikagetkan dengan kasus banyak orang yang merasa mati rasa di lidah mereka, setelah mengonsumsi donat goreng yang dijual di sebuah gerai roti. Bukan karena donat dimakan ketika sangat panas, namun ternyata donat itu dimasak dengan bahan pembersih.

Fakta donat tersebut digoreng dengan bahan pembersih terkuak setelah laporan warga ditanggapi oleh pihak gerai roti, yang kemudian menemukan bahwa terjadi insiden masak dengan bahan pembersih tersebut.


Melansir RocketNews, gerai roti yang bernama Afternoon Tea Tearoom tersebut kemudian mengonfirmasikan insiden itu dan menarik seluruh produk mereka yang terjual pada 15 Juni lalu.

Disinyalir, kejadian bermula karena detergen sebanyak lima liter yang ditempatkan di samping wadah penggorengan, jatuh dan tercampur dengan 18 liter minyak goreng dalam wajan.

Malangnya, insiden tersebut terjadi ketika toko tengah bersiap membuka gerai pertama kali.

Tercatat dalam surat pernyataan maaf restoran, terdapat 22 jenis makanan yang dimasak dengan bahan pembersih, yaitu lima babi kukus dan donat kentang, 10 donat kacang merah Adzuki dan tepung kedelai, tiga donat kayu manis, dan empat kroket.

Menurut keterangan yang dikeluarkan klinik kesehatan rujukan korban donat detergen tersebut, ada sepuluh orang yang merasakan mati rasa di lidah mereka setelah mengonsumsi donat itu.

Kini pihak pengelola gerai makanan tersebut tengah mendata makanan yang dibeli pada tanggal nahas tersebut dan menawarkan pengembalian dana penuh kepada pelanggan.

Selain mendata, gerai tersebut terkena sanksi dari otoritas setempat. Gerai ditutup selama dua hari dan dibuka lagi pada 18 Juni lalu dengan pengawasan ketat agar kejadian tersebut tak terulang lagi. (les)