Imbasnya, banyak yang masuk ke daerah terlarang, tersesat atau malah kecelakaan, seperti jatuh, tercebur, bahkan tertabrak kendaraan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Tjondronegoro, pengendalian secara eksternal biasanya oleh institusi atau tempat kerja yang melarang jajaran karyawan dan pegawainya untuk memainkan Pokemon Go selama jam kerja.
"Kan sudah beberapa institusi saya lihat menerapkan seperti itu. Itu rem eksternal. Namun, yang paling penting itu rem internal, yakni diri kita sendiri. Bagaimana kita mengendalikan diri," katanya.
Ia menjelaskan kecenderungan yang terjadi sekarang ini secara tidak sadar justru manusia yang dikendalikan oleh permainan Pokemon Go itu, bukan manusia yang mengendalikan permainan itu.
"Bukan Pokemon Go yang memainkan kita, namun justru kita yang seharusnya mengendalikan permainan itu. Jadi, istilah Jawanya ngerti wayah (tahu waktu). Kapan saatnya kita harus berhenti," katanya. (antara/les)