Butuh Rp884 Triliun Atasi Penyakit Karena Kurang Gerak

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 29/07/2016 13:13 WIB
Butuh Rp884 Triliun Atasi Penyakit Karena Kurang Gerak ilustrasi olahraga (ilustrasi/thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berapa lama Anda berolahraga dalam sehari? Walaupun hanya satu jam, namun sebuah studi menunjukkan betapa berharga olahraga yang Anda lakukan.

Melansir Reuters, sebuah studi mengungkapkan bahwa kenyataannya penduduk dunia menghabiskan banyak uang untuk berobat akibat gaya hidup kurang aktif. Sebanyak US$67,5 miliar atau Rp884 triliun telah dihabiskan penduduk dunia untuk pengobatan dan kerugian produktivitas akibat jarang berolahraga.

Penelitian ini dipimpin oleh Melody Ding dari University of Sydney ini terdiri dari empat rangkaian penelitian. Dari penelitian tersebut, para peneliti memperkirakan pengobatan dari penyakit utama akibat kekurangan olahraga memakan biaya yang besar.


Penyakit-penyakit tersebut adalah jantung, stroke, diabetes, kanker payudara, dan kanker usus. Hanya dalam satu tahun, 2013, kumpulan penyakit ini menelan miliaran dolar.

Ding menyatakan bahwa biaya besar terjadi di negara-negara maju. Namun pada negara miskin dan berkembang, jumlah dana yang digunakan juga ikut menjadi beban ekonomi negara.

Menurut penelitian yang dipublikasi di Jurnal Lancet tersebut menyebut orang yang duduk selama delapan jam sehari namun aktif setelahnya memiliki risiko kematian lebih rendah dibandingkan mereka yang duduk beberapa jam dan sedikit bergerak.

Ini menunjukkan risiko terbesar kematian dini adalah pada orang yang duduk berjam-jam dan tidak berolahraga setelahnya. Ditambah dengan gaya hidup yang semakin tidak terkendali, risiko penyakit jantung, diabetes, kanker juga semakin meningkat.

Rendahnya jumlah gerak yang dilakukan banyak orang diduga sanggup membunuh lebih dari lima miliar nyawa setiap tahunnya. Angka ini nyaris melampaui angka kematian akibat rokok yang dirilis Badan Kesehatan Dunia (WHO). Menurut data tersebut, angka kematian akibat rokok adalah enam miliar kematian per tahun.

Menanggapi temuan ini, Ulf Ekelund, seorang profesor the Norwegian School of Sports Sciences dan Cambridge University mengatakan bahwa rekomendasi kesehatan dari WHO berupa olahraga setidaknya 150 menit per pekan tidaklah cukup.

Menurut Ekelund, lebih dari seperempat orang dewasa di dunia tidak memenuhi rekomendasi dari WHO.

"Anda tidak perlu melakukan olahraga yang berat atau pergi ke gym. Yang perlu dilakukan adalah setidaknya berjalan 5,6 kilometer per jam atau bersepeda 16 kilometer per jam selama satu jam per hari." katanya. (chs)