Sekalipun sudah diberlakukan peraturan yang menegaskan para pengunjung agar tidak nekat keluar dari kendaraan selama berada di taman satwa, tetap saja ada yang nekat melanggarnya.
Hal ini terjadi pula di Indonesia, tepatnya di Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua, Jawa Barat. Padahal mengabaikan peraturan sama saja mengumpan diri untuk dimangsa hewan buas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang hanya satu atau dua pengunjung. Ya, mungkin karena ketidaktahuan mereka dan bila di negara mereka adanya padang pasir, ini ketika datang ke TSI melihat hutan, mungkin jadi terasa beda," ujarnya.
Beruntung, sejauh ini kenekatan si turis terjadi di area yang tidak berbahaya. Bukan di kawasan berbahaya yang dihuni harimau atau singa.
Sejauh ini, TSI Cisarua memiliki koleksi 300 spesies dengan jumlah total mencapai 4.000 ekor.
"Kami juga sudah melengkapi dengan kamera pengawas, penjaga hewan dan patroli. Begitu ada yang keluar dari mobil, akan kami beri pengingatan. Namun kami tak bisa memberikan hukuman karena kami juga harus memberi pelayanan kepada pengunjung," kata Yulius.
Yulius menjelaskan, dalam satu tahun TSI kedatangan lebih dari satu juta pengunjung. Sebanyak 80 persen para pengunjung memilih bersafari mengelilingi taman satwa dengan menumpang mobil yang sudah disiapkan TSI.
Dari satu juta pengunjung tersebut, Yulius merasakan adanya kenaikan jumlah pengunjung asal Timur Tengah. Meski menyambut kedatangan mereka dengan positif, namun tak jarang juga petugas TSI dibuat pusing oleh tingkah para pengunjung asal Timur Tengah yang nekat.
(meg/vga)