SPS berpendapat Arief Yahya berhak atas gelar tersebut lantaran Arief sukses menggalakkan program percepatan 10 destinasi. “Program itu inspirasional juga karena mampu mengkomunikasikan sesuatu visi yang menarik dan dapat meraih kepercayaan publik terhadap apa yang sedang dikampanyekan,” jelas Ahmad Djauhar Ketua Harian SPS 2015-2019 sekaligus Wakil Pemimpin Umum Bisnis Indonesia itu di acara Karya Inspirasional untuk Bangsa, Hotel Aston, Semarang, Rabu (32/08/2016).
Dalam ajang tersebut, Arief Yahya menyampaikan bahwa pariwisata adalah penyumbang PDB, Devisa dan Lapangan Kerja yang paling mudah, murah dan cepat. “Pertama soal PDB, pariwisata menyumbangkan 10% PDB nasional, dengan nominal tertinggi di ASEAN. Jarang-jarang kita punya angka terbaik di regional kan? Di sini kita dapat!” kata Arief Yahya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pria asli Banyuwangi ini, saat ini Pariwisata masih menempati posisi ke-4 penyumbang devisa nasional, sebesar 9,3% dibandingkan industri lainnya. Tapi, pertumbuhan penerimaan devisa pariwisata itu tertinggi, yaitu 13%. “Ini penting, biaya marketing yang diperlukan hanya 2% dari proyeksi devisa yang dihasilkan,” kata lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris dan Unpad Bandung itu.
Selain itu, pariwisata itu penyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan, atau sebesar 8,4% secara nasional dan menempati urutan ke-4 dari seluruh sektor industri. Dalam penciptaan lapangan kerja, sektor pariwisata tumbuh 30% dalam waktu 5 tahun. “Itu pertumbuhan yang sangat signifikan,” ujarnya.
Pariwisata itu, lanjut dia, disebut pencipta lapangan kerja termurah, karena bisa meng-create job opportunity hanya dengan USD 5.000/satu pekerjaaan. “Coba banding dengan rata-rata industri lainnya yang sudah sebesar USD 100.000/satu pekerjaan,” jelas Arief yang membuat audience mengernyitkan dahi karena penuh dengan angka-angka dan harus dibayangkan dengan koversi rupiah.
Ini adalah kali kedua, Arief Yahya mendapatkan anugerah penghargaan dari SPS Pusat yang memiliki lebih dari 471 anggota dari perusahaan media cetak di 30 cabang di Indonesia itu. Tahun lalu, Arief Yahya juga menerima award serupa di Gedung Dewan Pers.
Lembaga yang dipimpinnya pun turut diapresiasi sebagai sebagai “Lembaga Publik dengan Karya Inspirasional.” karena program yang dirancang dan dilaksanakan mampu menginspirasi dan memberikan pengaruh positif pada khalayak luas. (odh/odh)