Kampung tersebut kemudian berkembang menjadi kerajaan yang dikenal dengan nama Kerajaan Banjar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Selama lima hari penyelenggaraan festival akan dipentaskan berbagai kegiatan seni dan budaya daerah, termasuk juga parade dan Jukung Hias di Sungai Martapura,” kata Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Kementerian Pariwisata, Raseno Arya.
Kegiatan yang dimaksud adalah Pawai Budaya, Banjar Fashion Carnaval, Festival Sinoman Hadrah, Lomba Permainan Tradisional Balogo, Festival Kuliner Daerah pada Kampoeng Banjar, Sasirangan Street Festival, Lomba Masak Chef Hotel dan Restoran, Lomba Jukung Hias Para Pedagang Pasar Terapung, dan Lomba Foto Objek Festival Pasar Terapung.
Raseno mengatakan festival tahun ini digelar lebih meriah karena berbarengan dengan hari jadi Kota Banjarmasin yang ke-490.
“Festival Budaya Pasar Terapung ini juga sudah menjadi agenda Kementerian Pariwisata dan jadi ikon Banjarmasin,” papar Raseno.
Keunikan pasar terapung itulah yang menjadi daya tarik wisata ibukota Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut. Selain itu, banyaknya festival budaya yang digelar di Banjarmasin, membuat angka kunjungan wisatawan terus meningkat.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporbudpar) Kalsel Mohandas Hendrawan mengatakan Banjarmasin menjadi salah satu pintu masuk utama wisatawan.
“Setiap minggu Banjarmasin didatangi sekitar sekitar lima ribu wisatawan. Mereka mengunjungi obyek wisata siring Sungai Martapura, di mana ada wisata susur sungai dan pasar terapung,” sebut Mohandas.
Dia optimistis, berbagai program dan kegiatan yang digelar di Banjarmasin, bisa terus meningkatkan kunjungan wisatawan.
“Targetnya ada 100 ribu lebih wisatawan lokal dan 20 ribu wisatawan mancanegara, ini tentunya akan baik bagi perekonomian Banjarmasin,” ungkapnya. (les)