Rinaldy A. Yunardi Ubah 'Kain Tirai' Jadi Aksesori Kepala

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 21/09/2016 20:07 WIB
Rinaldy A. Yunardi Ubah 'Kain Tirai' Jadi Aksesori Kepala Kreasi Rinaldy A. Yunardi (Dok. Tim Muara Bagdja)
Jakarta, CNN Indonesia -- Desainer aksesori Rinaldy A. Yunardi kembali menghadirkan kreasi aksesori yang memukau. Kreasi hiasan kepalanya kali ini dibuat dari bahan yang tak biasa, yaitu bahan yang biasa dibuat sebagai tirai penutup jendela (window coverings, blind).

"Saya tertantang untuk menciptakan perhiasan dari kain yang dipakai untuk tirai blind," kata Rinaldy yang juga akrab disapa Yung Yung, saat peluncuran kolaborasinya dengan merek blind premium Coulisse di Senayan City, pada Selasa (20/9).

Rinaldy menciptakan tiga desain yang bertema fashion meet interior. Lewat koleksinya ini, dia ingin menunjukkan bahwa fesyen bisa berjalan seiring dan sejalan dengan dekorasi rumah tangga.


Untuk menghadirkan sisi fesyennya, dia menciptakan hiasan kepala yang dibuat menyerupai topi besar dan lebar. Namun headpiece yang dibuatnya ini bukanlah seperti kreasi biasanya. Headpiece ini dibuatnya sampai menutupi seluruh bagian wajah dan hampir seluruh badan.

Dok. Tim Muara Bagdja
Dia mengaku desainnya justru dibuat menyerupai kap lampu. Dia membuat aksesorinya dengan potongan yang fleksibel dan tak kaku. Dia banyak membuat desain headpiece ini sesuai dengan gaya yang elegan dan cantik. Dia banyak menggunakan bentuk lingkaran dan tear drop untuk menggambarkan keluwesan.

Yang tak kalah menarik, Rinaldy tampaknya tahu benar bagaimana 'menyinari' kain bermotif yang menerawang ini. Dia menggunakan cahaya lampu kecil di bagian dalam headpiece untuk memperlihatkan detail kain yang dipakainya.

"Bahan ini jelas berbeda dari bahan yang pernah saya buat sebelumnya."

Rinaldy mengungkapkan hal ini tentunya berbeda dengan saat dia mengolah aksesorinya dari bahan-bahan yang biasa dia pakai.

"Saya orangnya suka tantangan. Mengolah kain blind ini punya tantangan tersendiri. Kainnya lebih kaku dan harus dipelajari teksturnya agar bisa melengkung dengan sempurna."

Rinaldy sendiri memilih bahan grafik jacquards yang tebal tapi menerawang. Kainnya polos namun bertekstur sederhana namun tetap elegan dan cantik.

Sedangkan warna putih menjadi warna pilihan Rinaldy karena warna ini dianggap bisa memperkuat bentuk dan shape desain yang modern serta futuristik.

Desain ini terbilang unik, namun Rinaldy mengaku kalau koleksi ini bukanlah untuk dijual. "Kalau desain ini dari awal saya membuatnya benar-benar dari hati, ini ungkapan hati saya jadi tidak dijual." (chs/les)